Daerah

Mendadak Sesak Napas, 19 Buruh Pabrik Ikan Lamongan Dilarikan ke RS

Oleh Pamela β€’ 06 Juni 2026, 10:17 WIB β€’ 2 menit baca β€’ 13 dibaca
Ringkasan Artikel

Liputanjatim.com – Insiden dugaan keracunan terjadi di pabrik pengolahan ikan PT BMI di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026). Sebanyak 19 buruh terdampak dan harus mendapat penanganan medis, sementara enam orang diantaranya dirawat inap lantaran mengalami gangguan pernapasan dan…

Add on Google πŸ’¬

Liputanjatim.com – Insiden dugaan keracunan terjadi di pabrik pengolahan ikan PT BMI di Lamongan, Jawa Timur, Jumat (5/6/2026).

Sebanyak 19 buruh terdampak dan harus mendapat penanganan medis, sementara enam orang diantaranya dirawat inap lantaran mengalami gangguan pernapasan dan lemas.

Para korban kemudian dibawa ke RSI Nashrul Ummah, Kota Lamongan, untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan tindakan medis dari tim kesehatan.

Humas RSI Nashrul Ummah, Irmayanti, menyampaikan bahwa rumah sakit menerima belasan pasien yang datang secara bertahap dengan gejala serupa.

“Keluhan tersebut meliputi mata perih dan berair, hidung berair atau pilek, tenggorokan kering, hingga sesak napas. Beberapa di antara mereka juga mengalami kondisi lemas sehingga harus dipasang infus,” kata Irmayanti, Jumat, (5/6/2026).

Dari 19 pekerja yang mendapatkan penanganan medis, enam orang masih menjalani perawatan inap karena mengalami sesak napas dan kondisi fisik yang lemah.

Adapun 13 pekerja lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan setelah kondisi mereka berangsur membaik.

Kapolsek Deket, AKP Akhmad Khusen menyampaikan, bahwa hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan para pekerja terpapar uap dari area produksi.

β€œHanya uapnya yang terhirup pekerja dalam satu ruangan sehingga mereka merasa pusing,” katanya.

Menurutnya, tidak ditemukan indikasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh konsumsi makanan.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami peristiwa tersebut melalui serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Langkah itu dilakukan guna memastikan faktor yang menyebabkan para pekerja mengalami gangguan kesehatan.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar