Iklan
Jatim

DPRD Jatim Dorong Penguatan Direct Promotion Wisata di Event Internasional

Oleh Abdullah AT 15 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Muhammad Mughni, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat strategi direct promotion destinasi wisata pada berbagai pameran dan promosi pariwisata berskala internasional. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperluas pasar pariwisata Jawa Timur.

Mughni menilai selama ini kehadiran destinasi wisata Jawa Timur di berbagai expo dan pameran pariwisata internasional masih belum optimal. Padahal, ajang tersebut menjadi tempat berkumpulnya pelaku industri pariwisata dunia, mulai dari travel agent, tour operator, hingga wisatawan asing yang sedang mencari destinasi baru.

“Jawa Timur memiliki kekayaan wisata alam, budaya, sejarah hingga wisata religi yang sangat lengkap. Namun, potensi itu harus diperkenalkan secara lebih agresif di panggung internasional. Jangan sampai kita kalah bersaing dengan daerah lain yang lebih aktif melakukan promosi langsung,” ujar Mughni.

Ia menegaskan, promosi tidak cukup hanya mengandalkan media digital atau pemasaran di dalam negeri. Kehadiran langsung dalam pameran internasional dinilai jauh lebih efektif karena mampu mempertemukan pelaku industri pariwisata Jawa Timur dengan calon pembeli paket wisata dari berbagai negara.

Menurutnya, setiap event promosi wisata internasional merupakan peluang besar untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke Jawa Timur. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan berbagai destinasi unggulan seperti Bromo Tengger Semeru, Kawah Ijen, Baluran, Taman Nasional Alas Purwo, hingga wisata budaya dan religi mendapat ruang promosi yang memadai.

“Ketika wisatawan asing sudah datang ke Indonesia melalui berbagai pintu masuk, mereka harus mengetahui bahwa Jawa Timur memiliki banyak destinasi yang layak dikunjungi. Ini membutuhkan promosi yang terarah dan berkelanjutan,” katanya.

Mughni juga mendorong agar promosi dilakukan melalui pendekatan business to business (B2B) dengan melibatkan pelaku industri pariwisata, hotel, biro perjalanan, maskapai, serta pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diyakini akan memperbesar peluang terjadinya transaksi paket wisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Ia menambahkan, langkah penguatan direct promotion sejalan dengan upaya Pemprov Jawa Timur yang mulai memperluas pemasaran melalui forum bisnis pariwisata dan pertemuan dengan buyer potensial. Namun, cakupan promosi perlu diperluas ke lebih banyak event internasional agar destinasi wisata Jawa Timur semakin dikenal di pasar global.

“Jangan hanya menjadi peserta pelengkap. Jawa Timur harus tampil sebagai salah satu etalase utama pariwisata Indonesia di setiap pameran internasional. Dengan promosi yang kuat, kita bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi daerah, dan membuka lebih banyak lapangan kerja di sektor pariwisata,” pungkasnya.

Penulis

Abdullah AT

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar