Iklan
Daerah

Said Abdullah Tegaskan RedTalk Jadi Ruang Anak Muda Menyampaikan Gagasan untuk Indonesia

Oleh Abdullah AT 5 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan bahwa RedTalk bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang bersama bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan aspirasi mengenai masa depan Indonesia. Melalui forum ini, PDI Perjuangan ingin membuka ruang dialog yang lebih dekat dengan anak muda dan menjadikan suara mereka sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.

Menurut Said, perubahan karakter generasi saat ini menuntut pendekatan komunikasi yang berbeda. Generasi Y, Z, hingga generasi awal Alpha tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang memungkinkan mereka mengakses informasi dari berbagai belahan dunia secara cepat. Kondisi tersebut membentuk karakter generasi yang lebih terbuka, kritis, dan berani menyampaikan pandangan.

“Anak muda masa kini hidup dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia digital. Mereka bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh dunia, menyaksikan berbagai peristiwa, dan membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain. Karena itu, mereka menjadi generasi yang lebih kritis,” ujar Said.

Ia menjelaskan, atas dasar itu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur selama dua tahun terakhir rutin menggelar RedTalk sebagai ruang dialog yang memberi kesempatan kepada anak muda untuk menyampaikan ide dan pandangan tanpa sekat.

“RedTalk kami kemas sebagai cara kami mendengar suara anak muda. Bagi kami, suara anak muda adalah suara idealisme karena mereka belum terikat dengan berbagai kepentingan,” katanya.

RedTalk 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Malang Creative Center dengan mengusung tema Indonesia Punya Kita. Forum tersebut akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari masa depan Indonesia, tantangan kebangsaan, hingga kritik terhadap persoalan sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Sejumlah tokoh dari kalangan akademisi, praktisi, dan pelaku seni akan menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Dr. Selvi Asna Prestianawati, Dosen FISIP Universitas Airlangga Dr. Suko Widodo, komika Abdel Achrian, serta komika Dewangga.

Diskusi juga melibatkan perwakilan organisasi mahasiswa dan kepemudaan, yakni Kafitan Aidil Fitra Sukirman dari BEM Universitas Brawijaya, Aryo Bimo Soebagio selaku Wakil Koordinator BEM se-Malang Raya, Mochamad Ali Firdaus dari GMNI Kota Malang, serta Ketua Cabang PMII Kota Malang Benny Miftahul Arifin.

Said berharap forum tersebut menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan konstruktif dari generasi muda, khususnya terkait pendidikan, kebebasan akademik, penguatan ekonomi, ruang kreatif, hingga berbagai persoalan yang menjadi perhatian anak muda saat ini.

“Kami mengajak anak-anak muda berdiskusi bersama, mencintai Indonesia melalui gagasan dan kritik yang membangun. Indonesia adalah milik kita bersama, bukan hanya milik segelintir elite politik maupun elite ekonomi,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung di Malang, rangkaian RedTalk dapat disaksikan melalui siaran langsung di platform detik.com. Melalui layanan tersebut, masyarakat dari berbagai daerah tetap dapat mengikuti jalannya diskusi sekaligus berpartisipasi dengan menyampaikan pertanyaan, tanggapan, maupun aspirasi secara daring.

Penulis

Abdullah AT

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar