Iklan
Nasional

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Perkuat Ketahanan Pangan

Oleh Pamela 16 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim MALANG – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari panen raya serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Panen raya melibatkan sinergi tiga matra TNI melalui tiga komoditas strategis.

TNI Angkatan Udara melaksanakan panen tebu, TNI Angkatan Laut mendukung panen kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat mendampingi panen padi yang digelar serentak di berbagai daerah.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau insinerator atau alat pembakar sampah serta melihat berbagai hasil hilirisasi komoditas pertanian yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat industri nasional.

Presiden kemudian menyaksikan secara langsung panen tebu di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, panen raya tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu. TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Agus, Jumat.

Ia menjelaskan, panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh dilakukan di lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi produksi mencapai 72.045 ton.

Hasil panen tersebut diterima pabrik dengan nilai rata-rata Rp720 ribu per ton.

Menurut Agus, hilirisasi tebu juga menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomi, seperti molase, bioetanol, produk industri dan farmasi, pupuk organik, hingga produk lainnya yang dapat meningkatkan nilai tambah dan mendukung perekonomian nasional.

Sementara itu, Presiden Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Panen Raya TNI Terintegrasi yang berlangsung serentak di 43 titik di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Presiden juga menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pangan merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kedua institusi tersebut tidak hanya bertugas menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga harus hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegasnya.

 
 
Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar