Iklan
Daerah

Situbondo Bersiap Sambut 111 Ribu Jamaah Haul Masyayikh Nusantara 2026

Oleh Pamela 45 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim SITUBONDO – Alun-alun Kota Situbondo bersiap menjadi pusat pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7/2026).

Panitia memprediksi kegiatan tersebut akan dihadiri sekitar 111 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekretaris Haul Masyayikh Nusantara, Mahbub Junaidi, mengatakan jumlah tersebut terdiri dari sekitar 54 ribu jamaah asal Situbondo dan 57 ribu jamaah dari luar daerah, seperti Kalimantan, Bali, Yogyakarta, Jakarta, Malang, Surabaya, serta sejumlah wilayah lainnya.

Menurut Mahbub, sejumlah ulama kharismatik dan pengasuh pondok pesantren terkemuka dipastikan menghadiri acara tersebut.

Di antaranya KH Muhammad Abdur Rahman Al Kautsar (Gus Kautsar) dari PP Al Falah Ploso Kediri, KH Ubaidillah Faqih dari Ponpes Langitan, perwakilan Masyayikh Lirboyo dan PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Abdul Khilik Hasan dari Darul Ulum Peterongan Jombang, KH Kholil Dahlan, serta sejumlah pengasuh pesantren dari kawasan Tapal Kuda dan Madura.

“Tidak hanya tokoh agama, umara atau kepala daerah di kawasan Tapal Kuda juga menyatakan kesanggupannya untuk hadir. Mereka meliputi Bupati Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Probolinggo,” ujar Mahbub, Jumat (17/7/2026).

Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah di lokasi utama, panitia menyiapkan 23 videotron yang akan dipasang di berbagai titik di Kota Situbondo.

Langkah tersebut dilakukan untuk menyebarkan konsentrasi massa agar tidak terpusat di Alun-alun.

“Kami akan memasang videotron pada 23 titik di penjuru Kota Situbondo,” katanya.

Selain itu, panitia telah menyiapkan sejumlah lokasi transit bagi jamaah sesuai asal daerah masing-masing.

Beberapa di antaranya berada di Pondok Pesantren Walisongo, Pondok Pesantren Sumber Bunga, serta sejumlah pesantren di wilayah Panji dan Panji Kidul.

Proses penyambutan jamaah dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Jamaah dari luar daerah yang diperkirakan tiba pada malam hari menggunakan bus akan diarahkan beristirahat terlebih dahulu di lokasi transit sebelum mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai setelah salat Subuh.

Sementara itu, untuk mempermudah akses jamaah dari wilayah kepulauan, panitia berkoordinasi dengan KSOP Kelas IV Panarukan dan Dinas Perhubungan.

Hasil koordinasi tersebut menghasilkan penambahan jadwal penyeberangan kapal dari satu kali menjadi dua kali perjalanan setiap hari selama pelaksanaan kegiatan.

“Terima kasih kepada KSOP Kelas IV Panarukan yang telah membantu panitia Haul Masyayikh Nusantara 2026, sehingga mobilisasi jamaah dari wilayah kepulauan dapat berjalan lebih lancar,” pungkasnya.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar