Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya Siap Meluncur Saat HUT Provinsi Jatim
Liputanjatim.com – Persiapan operasional Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya terus dimatangkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur bersama Komisi D DPRD Jawa Timur. Koridor baru yang akan melayani kawasan Malang Selatan itu ditargetkan resmi diluncurkan pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.
Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Abdul Halim, mengatakan seluruh persiapan terus dikebut agar peluncuran dapat berlangsung sesuai jadwal. Hal itu disampaikannya usai rapat koordinasi bersama Dishub Jatim dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerja Komisi D dalam pembahasan Raperda tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pelaksanaan APBD Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 di ruang Komisi D DPRD Jatim, Kamis (2/7/2026).
“Trans Jatim Malang Raya Koridor 2 meliputi wilayah Malang Selatan, insyaAllah akan dilaunching bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim pada 12 Oktober mendatang. Persiapannya terus dimatangkan,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.
Menurut Halim, kehadiran Koridor 2 diharapkan tidak hanya memperkuat layanan transportasi publik, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Malang Selatan. Pasalnya, jalur yang akan dilalui Trans Jatim menghubungkan berbagai destinasi wisata, pelabuhan perikanan, hingga tempat pelelangan ikan yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur.
Untuk mendukung operasional pada tahap awal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar melalui Perubahan APBD 2026. Anggaran tersebut disiapkan untuk operasional selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026.
“Khusus untuk mendukung operasional Trans Jatim Malang Raya Koridor 2 ini dialokasikan melalui P-APBD Jatim 2026 sebesar Rp10 miliar karena hanya untuk tiga bulan (Oktober, November, dan Desember),” jelasnya.
Halim menjelaskan, jaringan Trans Jatim Malang Raya dirancang memiliki tiga koridor. Koridor 1 dengan rute Malang–Batu telah beroperasi sejak November 2025. Sementara Koridor 2 yang menghubungkan wilayah Kabupaten Malang bagian selatan dengan Kota Malang dijadwalkan mulai melayani masyarakat pada 12 Oktober 2026.
“Untuk Koridor 3 Malang Raya kemungkinan beroperasi tahun depan bersamaan dengan Trans Jatim wilayah Pasuruan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Halim menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menargetkan pengembangan layanan Trans Jatim di lima wilayah Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Rencana tersebut mengacu pada hasil studi kelayakan (feasibility study) yang disusun oleh ITS dan Unesa. Namun, pelaksanaannya tetap akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, DPRD Jawa Timur saat ini juga tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Daerah tentang Transportasi Publik Terintegrasi.
“Untuk memperkuat konektivitas antar daerah, DPRD Jatim juga tengah menyiapkan payung hukum berupa Perda tentang Transportasi Publik Terintegrasi. Hal ini tentunya sejalan dengan program Trans Jatim,” pungkasnya.