Masih Dirawat di Arab Saudi, Empat Jemaah Haji Asal Sidoarjo Tunggu Izin Laik Terbang
Liputanjatim SIDOARJO — Di tengah proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air, empat jemaah asal Kabupaten Sidoarjo masih harus menjalani perawatan di Arab Saudi karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara jarak jauh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sidoarjo, Eliana, mengatakan hingga Selasa (23/6/2026), terdapat empat jemaah haji asal Sidoarjo yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Keempat jemaah tersebut adalah Sadijah Burhan (87) dari Subkloter 57, Mufid Ismun (85) dari Subkloter 56, Dwi Rukmini Rahayu (66) dari Subkloter 59, serta Luluk Masudah (54) dari Subkloter 71.
Menurut Eliana, kondisi kesehatan para jemaah tidak berkaitan dengan penyakit berat. Penurunan kondisi fisik lebih dipengaruhi faktor usia lanjut, kelelahan, dan kondisi tubuh setelah menjalani rangkaian ibadah haji.
“Tidak ada riwayat penyakit berat. Memang penurunan kondisi lebih karena faktor lanjut usia (lansia),” ujar Eliana, Selasa (23/62026).
Ia menjelaskan, jadwal kepulangan keempat jemaah tersebut masih menunggu rekomendasi dari otoritas kesehatan Arab Saudi. Mereka baru dapat diterbangkan ke Indonesia setelah dinyatakan memenuhi syarat laik terbang.
“Menunggu keputusan laik terbang dari sana (Arab Saudi), baru bisa ditentukan kepulangannya,” katanya.
Selama menjalani perawatan, para jemaah tetap mendapat pendampingan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Pendampingan akan terus diberikan hingga kondisi kesehatan mereka membaik dan proses pemulangan dapat dilakukan.
“Petugas dari PPIH Arab Saudi akan mendampingi selama proses perawatan sampai kepulangan,” jelasnya.
Di sisi lain, Eliana mengimbau para jemaah haji asal Sidoarjo yang masih berada di Tanah Suci untuk menjaga kondisi tubuh menjelang kepulangan ke Indonesia.
Ia meminta jemaah memperbanyak waktu istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar tetap bugar selama perjalanan.
“Lebih banyak istirahat, menjaga pola makan, dan memperbanyak minum air putih agar proses pemulihan setelah haji dan perjalanan jauh bisa maksimal,” tuturnya.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji asal Sidoarjo hampir rampung. Berdasarkan data Kemenhaj Kabupaten Sidoarjo, kini hanya tersisa satu kelompok terbang (kloter) besar yang belum kembali ke Tanah Air.
“Untuk kloter besar Sidoarjo tinggal Kloter 116 yang direncanakan pulang pada Rabu, 1 Juli 2026,” pungkasnya.