Iklan
Daerah

Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Kediri Pastikan Solar Subsidi Aman dan Percepat Listrik Masuk Sawah

Oleh Pamela 1 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang dengan memastikan ketersediaan solar subsidi bagi petani serta mempercepat program listrik masuk sawah melalui pembangunan sumur submersible.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan air irigasi sekaligus mempertahankan produktivitas sektor pertanian.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pertamina dan PLN guna memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Koordinasi dengan Pertamina difokuskan pada penyediaan solar subsidi yang digunakan untuk mengoperasikan pompa air dan alat mesin pertanian (Alsintan).

Sementara itu, kerja sama dengan PLN diarahkan untuk mempercepat penyediaan jaringan listrik sebagai penunjang operasional sumur submersible di lahan pertanian.

Selain menjaga pasokan air, Pemkab Kediri juga berupaya menekan biaya produksi petani melalui berbagai program bantuan. Pada 2026, pemerintah menyalurkan 200 ton benih jagung yang diperuntukkan bagi lahan seluas sekitar 13.300 hektare.

Mas Dhito menegaskan dukungan pemerintah kepada petani tidak hanya berhenti pada penyaluran benih, tetapi juga akan dilanjutkan dengan bantuan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.

“Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja,” kata Mas Dhito, Selasa (7/7/2026).

Untuk mempermudah akses petani terhadap solar subsidi, Pemkab Kediri juga memangkas proses birokrasi dalam pengurusan rekomendasi pembelian bahan bakar.

Kini petani cukup melapor kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yang selanjutnya akan mengurus seluruh proses administrasi hingga penerbitan barcode pembelian BBM subsidi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan proses penerbitan rekomendasi dapat diselesaikan dalam satu hari apabila seluruh persyaratan telah dinyatakan lengkap.

“Rekom dari kami, hari itu juga kita kirim ke PPL untuk dicetak dan dikirimkan ke petani. Jadi sehari mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,” jelasnya.

Meski prosedur dipermudah, Pemkab Kediri memastikan pengawasan terhadap pemanfaatan BBM subsidi tetap dilakukan secara ketat agar penggunaannya tepat sasaran, yakni untuk kebutuhan operasional pompa air dan alat mesin pertanian.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai melalui anggaran pemerintah pusat maupun daerah.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan air irigasi sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pertanian di tengah ancaman musim kemarau.

Pemkab Kediri juga terus berkoordinasi dengan PLN agar penyediaan jaringan listrik bagi sumur submersible dapat diprioritaskan.

Dengan dukungan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap kelompok tani di berbagai wilayah dapat segera merasakan manfaat program dalam menjaga ketersediaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian selama musim kemarau.

 
 
Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar