Cukup Hingga Tahun Depan, Bulog Pastikan Stok Beras di Magetan Capai 90 Ribu Ton
Liputanjatim– Kenaikan harga beras premium yang terjadi di sejumlah daerah menjadi perhatian masyarakat. Namun, Perum Bulog memastikan ketersediaan beras di wilayah Magetan dan sekitarnya masih dalam kondisi aman dengan cadangan mencapai sekitar 90 ribu ton.
Jumlah stok tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.
Di sisi lain, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani sebagai upaya memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasaran.
Pimpinan Cabang Bulog Magetan, Ponorogo, dan Pacitan, Budiwan Susanto, mengatakan kondisi stok beras yang tersedia saat ini masih berada pada level yang aman.
“Untuk stok beras di kami untuk sekarang ada 90 ribu ton. Kalau kita bandingkan, bisa sampai tahun depan masih aman. Kita juga sekarang masih mempersiapkan jika panennya masih masuk dan kita tetap berupaya agar stok ini bisa bertahan sampai tahun depan,” ujar Budiman, Senin (6/7/2026).
Selain menjaga kecukupan stok, Bulog juga terus menyerap gabah dan beras langsung dari petani.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.
Menurut Budiwan, penyaluran beras kepada masyarakat hingga kini berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Distribusi yang berjalan baik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan beras di pasar.
“Kalau harga beras sampai saat ini masih stabil, penyaluran juga masih lancar. Kita di pasaran diminta rutin menyalurkan dan untuk kenaikan harga sebenarnya masih kondisi belum tinggi, masih stabil,” katanya.
Berdasarkan pemantauan Bulog, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih berada di kisaran Rp12.500 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium memang mengalami kenaikan tipis, namun masih dalam batas yang dinilai wajar dan belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan beras di pasaran.
Bulog memastikan akan terus menjaga keseimbangan antara stok, penyerapan hasil panen, dan distribusi beras agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
Upaya tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar beras nasional.