Pemerintahan

Fraksi PAN Ungkap 16,7% Usia Muda di Jatim Tidak Sekolah

Oleh Abdullaah AT 09 April 2026, 18:00 WIB 2 menit baca 2 dibaca
Ringkasan Artikel

Liputanjatim.com – Tren peningkatan pembangunan manusia di Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang konsisten. Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur tahun 2025 sebesar 76,13 atau meningkat 0,78 point dibandingkan capaian tahun 2024. Namun peningkatan IPM…

Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Tren peningkatan pembangunan manusia di Jawa Timur menunjukkan peningkatan yang konsisten. Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur tahun 2025 sebesar 76,13 atau meningkat 0,78 point dibandingkan capaian tahun 2024.

Namun peningkatan IPM ini tidak berbanding lurus di sektor pendidikan. Fraksi PAN DPRD Jatim mengungkapkan bahwa jumlah anak putus sekolah (drop out), lulus tidak melanjutkan (LTM) dan belum pernah sekolah masih tinggi, seperti  Kabupaten Malang, Jember, dan Bangkalan mencatatkan angka tinggi.

“Data statistik BPS menyebut Persentase Usia Muda (15-24 tahun) Tidak Sekolah/Bekerja/Pelatihan, mencapai 16,7 persen. Ini angka yang terbilang banyak dan juga menunjukkan kesenjangan pendidikan,” kata Jubir Fraksi PAN Moch Aziz dalam rapat paripurna, Kamis (9/4/2026).

Aziz mengungkapkan tes kemampuan akademik (TAK) tahun 2025 di Jatim menempati posisi ke 5 nasional masih di bawah DIY, DKI Jakarta dan dibawah Jawa Tengah.

“Bahkan dalam hal matematika, Jawa Timur dibawah Sumatera Utara. Pada sisi lain
dominasi nilai tertinggi adalah pada SMA-SMA di Surabaya,” ujarnya.

Aziz menyayangkan bahwa Jatim kalah dengan Yogyakarta, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Hal ini salah satunya dikarenakan ketimpangan mutu pendidikan dan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Ia mengatakan ada beberapa kebijakan yang harus dilakukan secara komprehensif untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jatim, salah satunya yang menyangkut kebijakan mengatasi angka putus sekolah dan dampaknya.

Lebih dari itu, intervensi pemerintah terhadap sekolah-sekolah swasta harus dikuatkan melalui berbagai skema bantuan. Sebaran jumlah guru dan kesejahteraan juga tidak luput dari perhatiannya. Hal ini harus dipikirkan jikalau ingin mutu pendidikan di Jatim meningkat.

“Semua hal tersebut faktor penting dalam mutu pendidikan,” pungkasnya.

Penulis

Abdullaah AT

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar