Bondowoso Diguyur Hujan Angin, 12 Rumah Warga Rusak
Liputanjatim.com – Sebanyak 12 unit rumah milik warga di Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kerusakan setelah hujan lebat dan angin kencang menerjangnya. Kerusakan tersebut tersebar di empat desa yang berada di dua kecamatan. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto…
Liputanjatim.com – Sebanyak 12 unit rumah milik warga di Bondowoso, Jawa Timur, mengalami kerusakan setelah hujan lebat dan angin kencang menerjangnya. Kerusakan tersebut tersebar di empat desa yang berada di dua kecamatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan peristiwa hujan lebat beserta angin kencang berlangsung Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 15.45 WIB.
“Dua belas rumah rusak itu, satu ruko warga di Desa Sumberanom, Kecamatan Tamanan dan masing-masing sembilan rumah di Desa Jambeanom. Satu rumah di Desa Pengarang, dan satu rumah di Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darussholah,” kata Kristianto, Jumat (10/4/2026).
Selain merusak 12 rumah warga yang sebagian besar pada bagian atap. Ia menambahkan, hujan dan angin kencang juga melanda Kecamatan Tamanan dan Jambesari Darussholah hingga merusak fasilitas umum serta menumbangkan pohon.
“Fasilitas umum berupa kanopi SDN Jambesari 3 rusak dan pohon tumbang menutup akses jalan Desa Sumberanom Tamanan. Namun, kita bersyukur tidak ada korban jiwa dan luka dalam kejadian ini,” tambahnya.
Menurut Kristianto, personel BPBD Bondowoso telah berkolaborasi dengan Koramil, Polsek, aparat Kecamatan Tamanan dan Jambesari Darussholah. Serta masyarakat setempat dalam menangani dampak hujan angin.
Upaya penanganan difokuskan pada evakuasi pohon tumbang dan perbaikan darurat.
Tim gabungan melakukan pembersihan bagian atap rumah yang rusak dan berserakan, sembari mengevakuasi pohon tumbang yang menutup jalan desa. Langkah ini bertujuan untuk memperlancar mobilitas warga.
“Berkat kerja gotong royong semua pihak secara swadaya, semua kerusakan akibat hujan angin tertangani. Kami juga mengimbau masyarakat memangkas ranting pohon tua dan berpotensi tumbang saat hujan angin demi keamanan dan kenyamanan,” pungkasnya.
