Ads

Aktivitas Gunung Semeru Masih Tinggi, Status Tetap Level III Siaga

Liputanjatim.com – Aktivitas Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) masih terpantau tinggi selama sepekan terakhir. Karena itu, status gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, berdasarkan pemantauan periode 8-15 Mei 2026, aktivitas Gunung Semeru masih didominasi proses permukaan.

“Semeru pada periode 8-15 Mei 2026 memperlihatkan bahwa aktivitasnya masih didominasi oleh proses permukaan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.

Menurutnya, aktivitas erupsi, awan panas, dan guguran lava Gunung Semeru masih terus terjadi. Namun, fenomena tersebut jarang teramati secara visual karena kondisi cuaca yang berkabut.

“Akumulasi material hasil erupsi berupa letusan dan aliran lava maupun pembentukan scoria cones berpotensi menjadi guguran lava pijar, atau pun awan panas,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah gempa yang terekam menunjukkan aktivitas Gunung Semeru masih relatif tinggi. Gempa yang dominan meliputi gempa letusan, guguran, embusan, tremor harmonik, hingga vulkanik dalam.

Selain itu, terekamnya getaran banjir dalam periode tersebut mengindikasikan adanya aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama mengarah ke aliran Besuk Kobokan.

Lana menegaskan, hasil evaluasi data pemantauan menunjukkan bahwa awan panas yang masih terjadi saat ini merupakan respons material permukaan yang tidak stabil dan bukan dipicu proses magmatik.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III atau Siaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rekomendasi yang diberikan kepada masyarakat yakni tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,700PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru