Iklan
Jatim

Yoyok Mulyadi Soroti Kekeringan di Situbondo dan Bondowoso, Dorong Bantuan Sumur Bor dan Perbaikan Infrastruktur

Oleh Admin_LJ 33 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Yoyok Mulyadi, menyoroti persoalan kekeringan yang dikeluhkan masyarakat di daerah pemilihannya. Keluhan tersebut disampaikan warga saat kegiatan serap aspirasi yang dilakukan khususnya di Kecamatan Jangkar, Mlandingan dan suboh Kabupaten Situbondo.

Menurut Yoyok, kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak yang dihadapi masyarakat, terutama saat musim kemarau. Banyak warga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Warga di Kecamatan tersebut mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Ini bukan persoalan baru, tetapi harus segera ditangani secara serius agar tidak terus berulang setiap musim kemarau,” ujar Yoyok, Selasa (28/7/2026).

Ia meminta Pemprov Jawa Timur memprioritaskan pembangunan sumur bor di daerah-daerah rawan kekeringan. Menurutnya, pembangunan sumur bor merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, Yoyok juga mendorong pembangunan sumur bor untuk sektor pertanian. Selama ini, petani di wilayah tersebut kerap kehilangan kesempatan tanam akibat minimnya pasokan air sehingga berdampak pada hasil panen dan pendapatan mereka.

“Ketahanan pangan tidak mungkin terwujud jika petani masih kesulitan mendapatkan air. Sumur bor pertanian harus menjadi bagian dari program pemerintah agar lahan produktif tetap bisa digarap meski musim kemarau,” tegasnya.

Selain persoalan air bersih, Yoyok juga menerima banyak keluhan terkait infrastruktur di Kabupaten Bondowoso. Salah satunya mengenai Jembatan Koncer yang kini menjadi jalur alternatif akibat perbaikan Jembatan Sentung Nangkaan.

Ia mengingatkan agar pemerintah segera melakukan penanganan terhadap kawasan sungai yang menjadi kewenangannya Pasalnya, lokasi itu pernah terdampak banjir Sungai Selowogo sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera diperkuat.

“Jangan sampai masyarakat dipaksa menggunakan jalur alternatif yang justru rawan ketika debit sungai meningkat. Infrastruktur harus dibangun dengan memperhatikan aspek keselamatan,” ujarnya.

Yoyok juga mendorong peningkatan status ruas jalan Tapen-Wonokusumo-Ijen menjadi jalan provinsi. Menurutnya, ruas tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus penunjang aktivitas ekonomi, pertanian, dan pariwisata menuju kawasan Ijen.

Dengan perubahan status tersebut, pemerintah provinsi diharapkan dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar sehingga kualitas jalan dapat ditingkatkan dan tidak lagi menjadi keluhan masyarakat.

Selain itu, warga juga meminta pemasangan penerangan jalan umum di sejumlah titik yang masih gelap. Menurut Yoyok, minimnya lampu jalan tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.

“Semua aspirasi ini akan kami kawal di DPRD Jawa Timur. Masyarakat membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji. Air bersih, jalan yang layak, jembatan yang aman, dan penerangan jalan adalah kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas pembangunan,” pungkasnya.

Penulis

Admin_LJ

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar