UMKM, Pelatihan Pemuda, hingga Jalan Rusak Jadi Sorotan Multazam Saat Reses di Probolinggo
Liputanjatim.com – Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Multazamudz Dzikri, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses di Kabupaten Probolinggo, Selasa (28/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga meminta Pemprov Jatim memberikan perhatian lebih terhadap penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelatihan bagi organisasi kepemudaan, hingga percepatan perbaikan infrastruktur jalan.
Peserta reses menilai pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan yang lebih komprehensif. Selain akses permodalan, mereka berharap pemerintah menghadirkan program pelatihan, pendampingan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemasaran, serta akses pasar agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing.
Di sisi lain, organisasi kepemudaan juga mengusulkan adanya pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas anggota sekaligus mendorong kemandirian organisasi sehingga tidak bergantung pada bantuan sesaat.
Persoalan infrastruktur turut menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Probolinggo dinilai mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera karena menghambat mobilitas warga serta distribusi hasil produksi para pelaku UMKM.
Salah seorang peserta reses, Ahmad Fauzi, berharap seluruh aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program dan kebijakan pemerintah.
“Kami berharap hasil reses ini benar-benar diperjuangkan. Pelaku UMKM masih membutuhkan bantuan dan pelatihan agar usahanya berkembang. Di sisi lain, masih ada beberapa ruas jalan yang rusak dan perlu segera diperbaiki karena menghambat aktivitas masyarakat maupun distribusi hasil usaha,” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Multazam menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD Jawa Timur sesuai dengan kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Aspirasi mengenai bantuan UMKM, pelatihan organisasi, hingga perbaikan jalan akan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Multazam.
Menurut Multazam, reses merupakan momentum penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan arah pembangunan daerah selaras dengan persoalan yang dihadapi warga.
Ia menegaskan, penguatan UMKM harus menjadi salah satu prioritas pembangunan karena sektor tersebut terbukti menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“UMKM memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Multazam, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada bantuan permodalan, tetapi juga pelatihan, pendampingan usaha, digitalisasi pemasaran, serta perluasan akses pasar agar pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing dan tumbuh secara berkelanjutan.
Ia juga menekankan bahwa perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi perhatian serius karena jalan yang layak tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi produk UMKM, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Jika UMKM diperkuat dan didukung infrastruktur yang memadai, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui meningkatnya aktivitas ekonomi dan kesejahteraan,” pungkasnya.