Iklan
Jatim

Anggota DPRD Jatim Sriatun Kenalkan SIPD Berbasis Barcode Saat Reses, Aspirasi Warga Lebih Tepat Sasaran

Oleh Abdullah AT 17 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sriatun, memperkenalkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) melalui barcode. Inovasi ini bertujuan memudahkan masyarakat mengenali program Pemerintah Provinsi Jawa Timur sekaligus menyampaikan aspirasi yang sesuai dengan nomenklatur perencanaan pembangunan.

“Karena sekarang zamannya teknologi, kami tidak lagi membagikan formulir kertas. Kami membagikan barcode yang bisa dipindai sehingga masyarakat dapat langsung melihat dan memilih program-program yang ada dalam SIPD Provinsi Jawa Timur,” ujar Sriatun usai reses di Kecamatan Sidoarjo, Senin (27/7/2026).

Menurut legislator PKB itu, banyak usulan masyarakat selama ini belum dapat ditindaklanjuti karena tidak sesuai dengan nomenklatur program dalam SIPD. Melalui barcode tersebut, masyarakat dapat mengetahui lebih dulu program yang tersedia sehingga usulan yang diajukan lebih tepat sasaran.

“Tujuannya agar usulan masyarakat lebih matching dengan program yang ada di SIPD Provinsi Jawa Timur. Dengan begitu, peluang untuk ditindaklanjuti menjadi lebih besar,” jelasnya.

Meski demikian, Sriatun memastikan seluruh aspirasi masyarakat tetap akan ditampung, termasuk usulan di luar daftar program yang tersedia.

“Kalau ada keluhan atau usulan yang belum tercantum dalam program, tetap kami tampung. Semua aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan kami di DPRD,” katanya.

Dari hasil reses di Kecamatan Tulangan, aspirasi yang paling banyak disampaikan berasal dari pelaku UMKM, terutama sektor mebel serta industri bantal dan guling. Mereka mengusulkan adanya pelatihan peningkatan kapasitas usaha dan dukungan permodalan.

“Mudah-mudahan usulan tersebut bisa kami perjuangkan agar masuk dalam program pemerintah dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pada reses di Kecamatan Sidoarjo, persoalan penyediaan air bersih menjadi keluhan utama warga. Sejumlah perangkat desa mengungkapkan air di wilayah mereka cenderung asin saat musim kemarau sehingga masyarakat berharap jaringan PDAM dapat menjangkau daerah tersebut.

“Masalah air bersih menjadi perhatian masyarakat. Harapannya, ke depan jaringan PDAM dapat masuk ke wilayah yang selama ini masih kesulitan memperoleh air bersih,” pungkasnya.

Penulis

Abdullah AT

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar