Iklan
Daerah

Situbondo dan Serang Bangun Koridor Wisata Sejarah Lewat Festival Anyer-Panarukan

Oleh Pamela 24 dibaca
Add on Google 💬

SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan program Anyer-Panarukan 3R (Road, Route, Roots) sekaligus menggelar Festival Anyer-Panarukan.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (29/7/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah awal kedua daerah menghidupkan kembali jalur bersejarah Anyer-Panarukan atau Jalan Raya Pos yang dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada 1808.

Jalur sepanjang sekitar 1.000 kilometer itu akan dikembangkan sebagai koridor wisata sejarah, ekonomi kreatif, dan kolaborasi antardaerah.

Bupati Rio  mengatakan Jalan Raya Pos dipilih sebagai identitas baru Situbondo karena memiliki nilai historis yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, nama Anyer-Panarukan memiliki kekuatan sebagai branding daerah yang dapat mendongkrak sektor pariwisata.

“Ketika kita bicara Anyer-Panarukan, hampir semua orang di Indonesia tahu. Dari sisi marketing dan branding daerah, ini sangat strategis karena kita mengangkat sesuatu yang sudah ada sejak masa lampau dan masih eksis sampai sekarang,” ujar Bupati Rio, Rabu.

Ia menjelaskan, konsep Road dalam program tersebut difokuskan pada pelestarian Jalan Raya Pos sebagai warisan sejarah.

Sementara Route diarahkan untuk membangun koridor perjalanan dan destinasi wisata yang menghubungkan Anyer hingga Panarukan. Adapun Roots bertujuan menggali kembali sejarah, budaya, serta kearifan lokal masyarakat yang berkembang di sepanjang jalur tersebut.

Bupati Rio mengakui Jalan Raya Pos memiliki sejarah kelam karena identik dengan praktik kerja paksa pada masa kolonial.

Namun, menurutnya, warisan sejarah tersebut dapat diberi makna baru sebagai penggerak pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Anyer dan Panarukan bukan sesuatu yang kecil. Ini sesuatu yang besar, hanya saja seperti berlian yang masih tertutup lumpur. Mari kita angkat kembali agar menjadi pengungkit kita naik kelas. Dampaknya pasti untuk masyarakat. Kalau kita bikin kegiatan, banyak orang datang ke sini, UMKM juga mendapat dampaknya,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Rio berharap kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan Situbondo dan Serang, tetapi berkembang menjadi jejaring kerja sama lintas daerah yang dilalui Jalan Raya Pos.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui promosi wisata, festival budaya, misi dagang, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan nota kesepahaman tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui kerja sama antarorganisasi perangkat daerah (OPD) di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, komunikasi, hingga pariwisata.

“Kami ingin kerja sama ini diwujudkan dalam program-program nyata, konkret, berdampak pada masyarakat, menghasilkan pendapatan daerah, dan yang lebih penting meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Serang maupun Kabupaten Situbondo,” ujar Ratu.

Sebagai implementasi awal, kedua pemerintah daerah berencana menggelar Festival Anyer-Panarukan dalam waktu dekat.

Festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali koridor Jalan Raya Pos sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi, budaya, dan pariwisata antarwilayah yang berada di sepanjang jalur Anyer-Panarukan.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar