Iklan
Nasional

Ramai Mal Jakarta-Surabaya Dipagari Besi Tinggi, Isu Kerusuhan Mencuat

Oleh Pamela 7 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim – Fenomena pemasangan pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung besar di Jakarta serta Surabaya belakangan menjadi perhatian publik.

Kemunculan pagar tersebut memicu berbagai spekulasi di media sosial, termasuk dugaan adanya langkah antisipasi terhadap potensi kerusuhan atau peningkatan pengamanan.

Namun, asosiasi pengusaha dan pengelola pusat perbelanjaan membantah anggapan bahwa pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan kondisi keamanan nasional.

Pemerintah juga memastikan tidak ada informasi mengenai ancaman keamanan yang menjadi alasan pemasangan pagar di sejumlah lokasi tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan bahwa pemasangan pagar perimeter bertujuan menata akses keluar masuk pengunjung pusat perbelanjaan.

Menurut dia, sejumlah pusat perbelanjaan memiliki area terbuka yang memungkinkan pengunjung keluar masuk dari berbagai titik.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan mal.

“Tujuan utamanya adalah supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung,” kata Alphonzus.

Ia menjelaskan, pemasangan pagar perimeter bukan merupakan konsep baru dalam pengelolaan pusat perbelanjaan.

Sejumlah mal bahkan telah menerapkan sistem tersebut sejak awal beroperasi sebagai bagian dari pengaturan kawasan.

Karena itu, Alphonzus menilai keberadaan pagar tinggi tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan isu keamanan atau potensi kerusuhan.

Apindo: Tak Ada Indikasi karena Situasi Keamanan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, juga mengatakan pihaknya tidak melihat adanya indikasi bahwa pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dipicu kekhawatiran terhadap kondisi keamanan.

“Kami tidak melihat saat ini situasi keamanan menjadi satu faktor, jadi kami sih nggak ada spesifik untuk keamanan,” kata Shinta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2026).

Meski demikian, Shinta mengaku belum berkomunikasi secara langsung dengan pemilik pusat perbelanjaan yang memasang pagar.

Karena itu, ia belum mengetahui secara spesifik alasan pemasangan pagar di masing-masing lokasi.

“Saya terus terang belum bicara sama pemilik. Jadi mungkin ada alasan-alasan, lebih alasan keamanan saja supaya mereka bisa menjaga situasi keamanan. Saya juga belum tahu sih, belum bicara sama pemilik,” ujarnya.

Shinta menegaskan pemasangan pagar tinggi juga tidak terjadi di seluruh pusat perbelanjaan.

Menurutnya, fenomena tersebut hanya ditemukan di sejumlah lokasi sehingga tidak tepat apabila langsung digeneralisasi sebagai respons terhadap isu keamanan.

“Ini juga kan enggak terjadi semua mal. Ini kan cuma satu mal, dan itu mungkin ada alasannya kenapa di situ dipagari. Tapi nanti mungkin akan kami cek,” katanya.

Ia mengatakan setiap pusat perbelanjaan memiliki kebijakan masing-masing dalam mengelola kawasan, termasuk dalam aspek keamanan dan pengaturan akses.

“Saya belum dengar dari spesifik pemilik atau pengembang bahwa ada permasalahan tertentu. Yang pasti setiap mal punya caranya masing-masing untuk menjaga keamanan,” sambung Shinta.

Pemerintah Bantah Pagar Berkaitan dengan Kerusuhan

Pemerintah turut membantah spekulasi yang mengaitkan pemasangan pagar tinggi dengan potensi kerusuhan atau peningkatan pengamanan di pusat perbelanjaan.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan asosiasi pengusaha dan pengelola pusat perbelanjaan terkait fenomena tersebut.

Dari koordinasi itu, pemerintah menyatakan tidak menemukan adanya persoalan atau isu keamanan yang berkaitan dengan pemasangan pagar.

“Itu koordinasi dengan IPINDO, dengan APPINDO, dengan APPBI. Enggak ada masalah, enggak ada isu,” kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2026).

Ketika ditanya apakah pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan peningkatan pengamanan, Budi membantahnya.

“Nggak ada kaitannya dengan itu,” ujarnya.

Budi kembali menegaskan pagar tersebut bukan bagian dari langkah khusus untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.

“Enggak,” tegasnya.

Sejumlah Mal dan Gedung Dipasangi Pagar Tinggi

Pemasangan pagar besi tinggi terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung besar di Jakarta maupun Surabaya.

Video dan foto mengenai pagar tersebut juga ramai beredar di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi dari masyarakat.

Sejumlah lokasi yang disebut antara lain:

  1. Mall Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.
  2. Pakuwon Mall Surabaya.
  3. Pakuwon Mall Bekasi.
  4. Royal Plaza Surabaya.
  5. Tunjungan Plaza Surabaya.
  6. Pakuwon City Mall Surabaya.
  7. Menara Bank BNI Penjompongan, Jakarta.

Di beberapa lokasi, pagar besi dipasang mengelilingi area perimeter gedung maupun jalur akses kendaraan.

Meski keberadaan pagar tersebut memunculkan berbagai dugaan di ruang publik, hingga kini belum terdapat keterangan resmi yang menyebut pemasangan pagar tinggi itu berkaitan dengan ancaman keamanan maupun potensi kerusuhan.

Pihak pengelola pusat perbelanjaan dan asosiasi pengusaha menyatakan setiap lokasi memiliki pertimbangan masing-masing dalam mengatur akses dan keamanan kawasan.

Sementara pemerintah memastikan tidak ada informasi mengenai persoalan keamanan nasional yang menjadi latar belakang fenomena tersebut.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar