Menko Muhaimin Dorong SDM Indonesia Siap Bersaing di Jepang
Liputanjatim – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, melakukan pertemuan dengan Menteri Jepang yang membidangi Society of Well-Ordered and Harmonious Coexistence with Foreign Nationals, Kimi Onoda, untuk membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia–Jepang melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan talenta global.
Pertemuan yang berlangsung di Tokyo, Jepang, Kamis (30/7/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama bilateral yang tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga pembangunan kualitas manusia sebagai fondasi hubungan jangka panjang kedua negara.
Muhaimin menegaskan, Indonesia dan Jepang memiliki peluang besar untuk memperkuat hubungan melalui pengembangan SDM yang mampu menjawab kebutuhan global.
Menurutnya, hubungan antarmasyarakat yang kuat akan menjadi modal penting dalam mempererat kemitraan strategis kedua negara.
“Kemitraan Indonesia dan Jepang harus terus berkembang, tidak hanya melalui sektor ekonomi, tetapi juga dengan membangun manusia yang berkualitas. Hubungan antar masyarakat yang kuat akan menjadi fondasi bagi kerja sama kedua negara di masa depan,” ujar Muhaimin.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat mengenai pentingnya membangun ekosistem yang mampu melahirkan talenta berkualitas sekaligus memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan.
Muhaimin menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki bonus demografi yang menjadi peluang besar untuk mencetak tenaga kerja unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Sementara itu, Jepang tengah menghadapi kebutuhan sumber daya manusia untuk menopang pembangunan dan pertumbuhan ekonominya.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi dalam peningkatan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pengembangan kompetensi, pelatihan, dan penyiapan talenta global.
“Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia mampu berkontribusi secara positif, profesional, dan beradaptasi dengan baik di Jepang. Dengan demikian, kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” katanya.
Muhaimin menambahkan, penguatan kapasitas tenaga kerja Indonesia tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional, tetapi juga meningkatkan daya saing nasional melalui transfer pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh para pekerja selama berada di Jepang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kimi Onoda atas komitmen Pemerintah Jepang dalam memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia, khususnya di bidang pengembangan SDM dan pembangunan talenta global.
Menurut Muhaimin, komitmen tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.