Iklan
Pendidikan

PEKSIMIDA Jatim 2026, Mahasiswa Didorong Kritik Korupsi Lewat Seni

Oleh Haris 13 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Karya seni tidak hanya berbicara tentang keindahan, tetapi juga menjadi medium bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat.

Semangat tersebut mewarnai pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Timur 2026 di Ruang Majapahit, Lantai 5, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga (UNAIR), Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk menampilkan kreativitas sekaligus berkompetisi menuju ajang nasional.

Direktur Kemahasiswaan UNAIR, Dr Eko Supeno drs M Si, menegaskan seni merupakan ruang berekspresi yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan.

Menurutnya, setiap karya lahir dari sudut pandang, pengalaman, dan proses kreatif yang berbeda. Karena itu, kompetisi seni seharusnya dimaknai sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan serta perspektif kepada masyarakat.

“Seni itu ekspresi. Jadi bukan persoalan siapa yang lebih hebat. Jangan takut kalau tidak menjadi juara, karena itu bukan penentu kesuksesan seseorang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PEKSIMIDA menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian menyampaikan ide, dan kepekaan terhadap lingkungan sosial.

Melalui karya seni, mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan karya yang menarik secara visual. Mereka juga dilatih untuk menuangkan pemikiran kritis dan empati terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.

Eko turut mendorong mahasiswa agar lebih peka terhadap berbagai persoalan di masyarakat dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam berkarya.

Menurutnya, isu korupsi, kemiskinan, hingga persoalan lingkungan dapat diolah menjadi karya seni yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menyampaikan kritik, membangun kesadaran, serta menginspirasi masyarakat.

“Banyak isu sosial yang bisa digarap menjadi karya seni, seperti korupsi, kemiskinan, dan lingkungan. Saya kira itu bisa menjadi cerita yang menginspirasi dalam karya komik, lukisan, maupun karya seni lainnya,” tuturnya.

Semangat serupa disampaikan Koordinator Bidang Kesenian Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur.

Ia menyampaikan apresiasi kepada UNAIR yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan PEKSIMIDA Jawa Timur 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa di bidang seni.

“Semoga acara ini berlangsung dengan lancar sampai hari Minggu. Teman-teman bisa kembali ke universitas masing-masing dengan rasa bangga, tetap semangat, dan tidak pernah putus asa,” tuturnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar hingga penutupan serta memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh peserta.

Lebih lanjut, ia menegaskan PEKSIMIDA bukan satu-satunya jalan bagi mahasiswa untuk meraih prestasi. Mahasiswa dinilai masih memiliki banyak kesempatan lain untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Melalui penyelenggaraan PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, Universitas Airlangga bersama BPSMI Jawa Timur berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan karya-karya kreatif yang tidak hanya berprestasi di tingkat kompetisi.

Karya para mahasiswa juga diharapkan mampu merefleksikan kepedulian terhadap berbagai isu di masyarakat serta memberikan kontribusi bagi perkembangan seni Indonesia.

Penulis

Haris

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar