Iklan
Daerah

Pasokan MinyaKita Kembali Masuk Pasar di Magetan, Bulog Salurkan 9 Ribu Liter

Oleh Pamela 12 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim – Sempat langka selama beberapa pekan, pasokan minyak goreng bersubsidi MinyaKita mulai kembali tersedia di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magetan.

Perum Bulog menyalurkan sekitar 9 ribu liter MinyaKita guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran.

Distribusi dilakukan ke sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Sayur Magetan, Pasar Plaosan, Pasar Gorang Gareng, dan Pasar Mangge.

Khusus di Pasar Sayur Magetan, penyaluran dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali.

Di Pasar Sayur Magetan, sebanyak 15 pedagang menerima alokasi penjualan MinyaKita.

Masing-masing pedagang memperoleh 50 dus atau setara 600 liter untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Salah seorang pedagang, Siti Aminah, mengaku pasokan minyak goreng bersubsidi sebelumnya sempat kosong dalam beberapa pekan sehingga banyak pelanggan yang kecewa karena tidak bisa memperoleh MinyaKita.

“Beberapa minggu kemarin memang kosong. Banyak pembeli yang mencari MinyaKita, tapi stoknya tidak ada. Akhirnya mereka membeli minyak merek lain yang harganya lebih mahal atau menunda pembelian,” ujar Aminah, dalam keterangannya Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, sejak pasokan kembali masuk, pembeli mulai berdatangan untuk membeli MinyaKita karena harganya lebih terjangkau dibanding minyak goreng kemasan lainnya.

“Alhamdulillah sekarang stok sudah datang lagi. Pembeli senang karena bisa dapat MinyaKita lagi. Harapannya distribusi tetap lancar supaya tidak kosong seperti kemarin,” katanya.

Pimpinan Cabang Bulog Magetan, Ponorogo, dan Pacitan, Budiwan Susanto, mengatakan total MinyaKita yang disalurkan mencapai sekitar 9 ribu liter. Penyaluran dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

Ia menegaskan seluruh MinyaKita yang didistribusikan harus dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

“Kami memastikan MinyaKita yang disalurkan kepada pedagang wajib dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter. Kami juga terus melakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sebelumnya, MinyaKita sempat sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Magetan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh minyak goreng bersubsidi sehingga sebagian beralih membeli minyak goreng kemasan lain dengan harga yang lebih tinggi.

Dengan kembali mengalirnya pasokan ke pasar tradisional, Bulog berharap ketersediaan MinyaKita dapat kembali normal sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh minyak goreng bersubsidi dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar