Operasional Debarkasi Haji Hari Kelima, Debarkasi Surabaya Terima Kepulangan 7.581 Jamaah dan Petugas hingga Kloter 20
Liputanjatim.com — Proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M terus berjalan lancar dan tertib di Asrama Haji Kelas I Surabaya.
Liputanjatim.com — Proses pemulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M terus berjalan lancar dan tertib di Asrama Haji Kelas I Surabaya.
Berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya per 5 Juni 2026 pukul 23.00 WIB, sebanyak 7.581 jamaah dan petugas telah tiba di Tanah Air melalui Debarkasi Surabaya atau sekitar 17 persen dari total jamaah dan petugas yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi kedatangan jamaah dan petugas hingga Kloter 20, yang terdiri atas 7.441 jamaah, 33 Petugas Haji Daerah (PHD), 27 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 80 petugas kloter dan petugas pendukung lainnya.
Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya pada musim haji 1447 H/2026 M memberangkatkan 44.000 jamaah dan petugas yang berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, masih terdapat 36.419 jamaah dan petugas yang berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kelompok terbang masing-masing.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa proses pemulangan jamaah berjalan sesuai jadwal dengan dukungan penuh seluruh petugas yang bertugas di debarkasi.
“Alhamdulillah, operasional debarkasi hingga Kloter 20 berjalan dengan baik. Seluruh unsur pelayanan terus bersinergi untuk memastikan jamaah memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan cepat sejak tiba di bandara hingga kembali ke daerah asal,” ujar Mohammad As’adul Anam.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), tercatat 14 kloter tiba tepat waktu, 1 kloter datang lebih cepat, dan 5 kloter mengalami keterlambatan. Secara umum, kedatangan jamaah tetap dapat ditangani dengan baik melalui koordinasi antara petugas bandara, petugas debarkasi, dan instansi terkait.
Dalam pelaksanaan operasional debarkasi, PPIH mencatat 23 mutasi keluar yang terdiri atas 10 jamaah wafat di Arab Saudi, 5 jamaah sakit di Arab Saudi, 1 jamaah pulang mandiri, serta 7 kursi kosong. Selain itu terdapat 4 mutasi masuk dari kategori jamaah yang telah memiliki kloter sebelumnya.
PPIH Debarkasi Surabaya juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jamaah yang tercatat dalam proses pemulangan, yakni:
1. Hery Widianto (69 tahun), asal Kota Malang, Kloter 12, wafat di pesawat.
2. Wayan Rohani Suwasti (63 tahun), asal Kota Malang, Kloter 12, wafat saat menjalani perawatan di RS Haji.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya jamaah haji yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutur Mohammad As’adul Anam.
Hingga laporan ini diterbitkan, masih terdapat tiga jamaah yang belum dapat dipulangkan karena menjalani perawatan medis di Arab Saudi, yaitu:
1. Mohammad Dzikri Muiz (65 tahun), Kabupaten Probolinggo, Kloter 4, dirawat di RS Jeddah karena kanker.
2. Siti Mutmainah Asari (64 tahun), Kota Malang, Kloter 14, dirawat di RS Bandara Taif.
3. Matory Ahmad Jalil (78 tahun), Kota Malang, Kloter 14, dirawat di RS King Faisal karena sesak napas.
Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Debarkasi Surabaya terus memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih menjalani perawatan dan berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi.
“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif terhadap jamaah yang masih dirawat agar mendapatkan penanganan terbaik dan dapat segera dipulangkan apabila kondisi kesehatannya memungkinkan,” katanya.
PPIH Debarkasi Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan pemulangan jamaah haji hingga seluruh kloter kembali ke Tanah Air dengan selamat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing.
