Iklan
Jatim

Jejak ASN Bangkalan Terkuak, Polisi Dalami Kematian di Parkiran Juanda

Oleh Pamela 3 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim – Rangkaian aktivitas RYS (50), aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan yang ditemukan tewas di dalam mobil dinas di kawasan Bandara Juanda, mulai terungkap.

Meski penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan kepolisian, sejumlah keterangan dari keluarga, pemerintah daerah, hingga kuasa hukum mulai menyusun kronologi perjalanan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Korban yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan itu diketahui terakhir menghadiri kegiatan resmi pada Rabu (24/6/2026) malam dalam acara pisah sambut Dandim Bangkalan di Pendapa Agung.

Bupati Bangkalan, Lukman Hakim mengatakan, pada Kamis pagi RYS keluar rumah seperti biasa, namun tidak masuk kantor. Hingga kini belum diketahui alasan korban tidak hadir bekerja.

“Malam Kamis (Rabu malam) masih ada di sini dalam kegiatan pisah sambut Pak Dandim. Sementara belum ada kegiatan luar kota ataupun tugas khusus dari pemerintah daerah,” ujar Lukman, dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Roniyun Hamid juga memastikan RYS tidak mendapat penugasan dinas ke luar daerah.

“Tidak berpamitan ke luar kota, penugasan kantor juga tidak,” katanya.

Sempat Mengabarkan Berada di Pujon Malang

Pada Kamis malam, korban sempat menghubungi keluarganya dan mengabarkan sedang berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang. Saat itu, ia juga mengirimkan sebuah foto yang memperlihatkan dirinya berada di depan sebuah toko buah.

Keberadaan RYS kembali terlacak pada Jumat (26/6/2026) melalui video berdurasi 33 detik yang beredar di sejumlah grup WhatsApp.

Video tersebut berisi kolase foto dan video korban bersama seorang pria berkacamata yang mengenakan kaus biru dengan garis merah putih di bagian dada.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyatakan pihaknya meyakini perempuan dalam video tersebut adalah RYS berdasarkan identifikasi terhadap telepon genggam korban.

“Ponsel korban ada di tangan penyidik. Betul itu adalah korban. Tertulis di situ Oppo A9, diunggah tanggal 19 Juni 2026 dengan lokasi di Alun-alun Kota Batu,” ujar Risang, Minggu.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan identitas pria yang bersama korban dalam video tersebut.

“Kalau saya pribadi kaosnya cocok, tetapi saya tidak bisa mengatakan pria itu pelakunya sebelum yang bersangkutan ditangkap dan memberikan keterangan,” tegasnya.

Sebelum Meninggal, Sempat Menghubungi Suami

Pada Sabtu pagi, RYS masih sempat menghubungi suaminya. Setelah itu, korban tidak lagi dapat dihubungi. Keluarga menduga peristiwa yang menyebabkan kematian korban terjadi pada hari tersebut.

Dugaan itu diperkuat rekaman kamera pengawas (CCTV) di pintu masuk parkir Bandara Juanda sekitar pukul 16.00 WIB.

Rekaman memperlihatkan mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP yang kemudian menjadi lokasi ditemukannya jasad korban memasuki area bandara dengan seorang pria berada di balik kemudi.

Menurut Risang, kursi penumpang depan dalam kondisi direbahkan saat mobil memasuki area parkir.

“Ternyata ada orang lain yang membawa masuk mobil itu dan mengambil tiket parkir. Jok depan kiri direbahkan, di situlah jenazah berada dalam posisi kaki menekuk,” jelasnya.

Dugaan Keluarga atas Kematian Korban

Pihak keluarga menduga korban telah meninggal sebelum mobil memasuki kawasan bandara.

“Dugaan kami, Ibu Ruly saat dibawa masuk ke bandara sudah dalam keadaan meninggal. Jadi memang sengaja dibawa masuk dan ditinggalkan di bandara bersama mobilnya,” kata Risang.

Ditemukan Meninggal di Parkiran Juanda 

Jasad RYS akhirnya ditemukan pada Rabu di dalam mobil dinas yang terparkir di jalur menuju Terminal 1 Bandara Juanda.

Saat ditemukan, kondisi jenazah telah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat sehingga menarik perhatian sopir taksi yang melintas.

Evakuasi dilakukan bersama personel Basarnas Surabaya selama sekitar 30 menit sebelum jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk menjalani pemeriksaan.

Hasil Pemeriksaan Korban

Ketua Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, mengatakan hasil pemeriksaan luar menemukan luka robek pada telinga kiri yang diduga akibat kekerasan benda tajam.

Selain itu, ditemukan pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata serta perubahan warna kebiruan pada bibir atas dan bawah.

“Kelainan ini lazim ditemukan pada kondisi mati lemas atau asfiksia,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan dalam juga menunjukkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, dan dinding lambung. Seluruh organ tubuh korban telah menunjukkan tanda-tanda pembusukan.

“Dari hasil pemeriksaan, perkiraan waktu kematian lebih dari 48 jam,” pungkas Wiatini.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian RYS, termasuk menelusuri identitas pria yang terekam bersama korban serta pengemudi mobil yang membawa kendaraan tersebut masuk ke kawasan Bandara Juanda.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar