Iklan
Pemerintahan

Khofifah Paparkan Transformasi Pendidikan, Tekankan Pentingnya SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Kim 5 dibaca
Add on Google 💬

LIPUTANJATIM.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan berbagai langkah transformasi pendidikan dan inovasi daerah yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di hadapan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Makassar.

Kegiatan yang diikuti 163 peserta, mayoritas dosen muda dari berbagai perguruan tinggi di Makassar tersebut, menjadi forum bagi Khofifah untuk berbagi pengalaman mengenai transformasi pendidikan, inovasi pemerintahan, serta peran strategis aparatur sipil negara (ASN) dalam mewujudkan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045. 

Dalam paparannya, Khofifah menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen penting untuk menciptakan generasi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Khofifah juga memaparkan sejumlah capaian sektor pendidikan di Jawa Timur. Salah satunya, Jawa Timur berhasil menjadi provinsi dengan penerimaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2020 hingga 2026. Selain itu, Pemprov Jatim bersama sekolah dan perguruan tinggi swasta terus memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa.

“Bahkan jumlah sekolah swasta yang berpartisipasi dalam pemberian beasiswa meningkat sebesar 18,84 persen dari 1.772 sekolah menjadi 2.106 sekolah. Kita ingin setiap anak di Jatim memperoleh kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Saya rasa partnership luar biasa ini hanya ada di Jawa Timur,” ujar Khofifah. 

Selain meningkatkan akses pendidikan, Pemprov Jatim juga memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Berbagai program seperti pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI), digital learning, East Java Information Education System (EJIES), hingga pengembangan sekolah taruna terus dikembangkan.

“Jawa Timur terus mendorong sekolah untuk tidak hanya menjadi tempat belajar tapi juga ruang berkarya dan berinovasi siswa untuk menjawab kebutuhan dunia kerja,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, “Kita membutuhkan kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan pasar, bukan ijazah. Sekarang lebih kepada sertifikat karena sertifikat relatif media bisa memberikan gambaran kompetensi yang dimiliki oleh person.” 

Di akhir pemaparannya, Khofifah mengajak seluruh peserta Latsar memanfaatkan bonus demografi dengan terus meningkatkan kapasitas diri agar menjadi pemimpin yang adaptif, inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan penyampaian ini bisa memberikan manfaat bagi para Dosen Muda hari ini, untuk bisa di break down sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” harapnya. 

Penulis

Kim

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar