Iklan
Peristiwa

Terbaru! Basarnas Catat 238 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Oleh Pamela 12 dibaca
Add on Google 💬

SURABAYA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali memperbarui data korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Hingga Selasa (4/8/2026), total korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi mencapai 238 orang.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan jumlah tersebut bertambah dibandingkan data sebelumnya yang tercatat sebanyak 233 orang.

Menurutnya, tambahan data tersebut berasal dari satu korban anak-anak yang berhasil ditemukan dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Update terakhir, ada tambahan satu korban anak kecil. Jadi total korban saat ini menjadi 238 orang,” kata Syafii, Selasa (4/8/2026).

Dari total 238 korban tersebut, sebanyak 62 orang masih dalam proses evakuasi dari Pulau Masalembu menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Para korban dievakuasi menggunakan kapal KN Masalembo.

Basarnas selanjutnya akan melakukan proses verifikasi dan pencocokan data setelah seluruh korban tiba di Surabaya.

Pencocokan tersebut dilakukan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pihak pemilik kapal.

Verifikasi diperlukan untuk memastikan seluruh data korban telah sesuai sekaligus memastikan tidak ada penumpang atau korban lain yang masih belum ditemukan.

“Seluruh korban yang telah dievakuasi akan kami konfirmasikan dengan KSOP dan owner kapal. Kalau seluruh data sudah sesuai, maka operasi kami selesaikan,” jelas Syafii.

KN Permadi Masih Disiagakan

Meski jumlah korban telah diperbarui, Basarnas masih menyiagakan kapal SAR KN Permadi di sekitar lokasi kejadian.

Kapal tersebut tetap melakukan pemantauan dan penyisiran di area perairan sekitar lokasi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila masih terdapat tanda-tanda keberadaan korban maupun kondisi lain yang membutuhkan tindakan penyelamatan.

“Jika ditemukan tanda-tanda adanya korban atau kondisi yang memerlukan evakuasi, akan segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Syafii menjelaskan, proses pencarian dan pertolongan dalam insiden tersebut menghadapi tantangan karena lokasi kejadian berada cukup jauh dari daratan.

Jarak tersebut membuat kapal SAR membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam untuk mencapai titik kejadian.

Kondisi itu membuat Basarnas harus mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang berada di wilayah sekitar lokasi.

Menurut Syafii, kapal-kapal sipil yang berada lebih dekat dengan lokasi justru menjadi pihak yang pertama kali memberikan pertolongan kepada para korban.

“Yang paling dekat justru kapal-kapal penyedia layanan transportasi sipil sehingga mereka lebih dulu melakukan penyelamatan,” ucapnya.

Gelombang Pengaruhi Waktu Evakuasi

Selain jarak lokasi kejadian, kondisi gelombang laut juga menjadi faktor yang memengaruhi proses evakuasi korban menuju Surabaya.

Syafii mengatakan, sebelumnya Basarnas memperkirakan kapal yang membawa korban dapat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Namun, perkiraan tersebut berubah akibat kondisi ombak di perairan yang dilalui kapal.

Faktor keselamatan korban dan awak kapal menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kecepatan pelayaran.

“Awalnya kami perkirakan tiba sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Namun karena kondisi ombak dan demi keselamatan korban, kemungkinan kapal baru tiba sekitar pukul 14.00 WIB,” pungkasnya.

Basarnas memastikan proses pencarian dan pemantauan tetap dilakukan hingga seluruh data korban dapat dipastikan.

Operasi pencarian nantinya akan dihentikan setelah hasil verifikasi bersama KSOP dan pihak pemilik kapal menunjukkan data telah sesuai serta tidak ada laporan mengenai korban yang masih belum ditemukan.

Sementara itu, KN Permadi tetap berada di sekitar lokasi sebagai bagian dari upaya memastikan proses pencarian berjalan optimal hingga seluruh tahapan operasi dinyatakan selesai.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar