Iklan
Jatim

Hari Yulianto Dorong Pelatihan Wirausaha untuk Tekan Pengangguran di Sidoarjo

Oleh Abdullah AT 44 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Persoalan pengangguran, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga layanan kesehatan menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga saat anggota DPRD Jawa Timur Hari Yulianto menggelar reses di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (29/7/2026).

Di bidang pemberdayaan ekonomi, kalangan pemuda dan ibu rumah tangga berharap pemerintah memperbanyak program pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk berwirausaha. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, warga menilai usaha mandiri menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Menanggapi hal tersebut, Hari Yulianto menegaskan program pemberdayaan masyarakat harus dirancang tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing kelompok.

“Aspirasi masyarakat terkait pemberdayaan cukup tinggi. Bagi kelompok pemuda, fokusnya rata-rata pada pelatihan digital marketing dan bidang terkait. Sementara untuk ibu-ibu, banyak yang mengusulkan pelatihan pembuatan kue, menjahit, hingga pelatihan tata rias atau kecantikan,” ujar Heri.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku. Selain melalui jalur kedewanan, usulan tersebut juga akan dikolaborasikan dengan program partai agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Sebagian akan kita dorong secara pribadi dan dikombinasikan dengan program PDI Perjuangan untuk merealisasikan harapan warga,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim itu juga menyoroti tingginya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan langkah konkret dan kolaborasi berbagai pihak.

Sebagai solusi, Hari mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor peternakan melalui kemudahan pengurusan legalitas usaha, pelatihan, dan bimbingan teknis sehingga pelaku usaha memiliki daya saing yang lebih baik.

Meski demikian, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo itu mengakui akses permodalan masih menjadi tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM maupun peternak.

“Secara regulasi permodalannya memang masih ada hambatan. Kami sempat mengarahkan skema kredit melalui Bank Jatim, tetapi melihat kondisi ekonomi saat ini, masyarakat atau pelaku usaha masih banyak yang ragu untuk mengambil risiko pinjaman bank,” pungkasnya.

Penulis

Abdullah AT

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar