Jatim

Soroti Anjloknya Harga Telur Peternak, DPRD Jatim Siap Panggil Dinas Terkait

Oleh Abdullaah AT 03 Juni 2026, 14:28 WIB 2 menit baca
Ringkasan Artikel

Liputanjatim.com – DPRD Jawa Timur memberi perhatian serius terhadap anjloknya harga telur di tingkat peternak yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Komisi B DPRD Jatim bahkan berencana memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan sekaligus mencari solusi atas kondisi…

 

Liputanjatim.com – DPRD Jawa Timur memberi perhatian serius terhadap anjloknya harga telur di tingkat peternak yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Komisi B DPRD Jatim bahkan berencana memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan sekaligus mencari solusi atas kondisi yang dikeluhkan peternak.

“Komisi B memang rencana demikian (memanggil dinas terkait),” kata Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti, Selasa (2/6/2026).

Erma menilai penurunan harga telur harus segera ditangani. Pasalnya, harga jual telur terus merosot di saat biaya produksi, terutama pakan, masih tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan menggerus keuntungan peternak hingga berpotensi membuat usaha mereka tidak bertahan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya menyiapkan skema subsidi harga jagung melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Langkah itu diharapkan dapat menekan biaya pakan yang menjadi beban utama peternak.

Erma mendukung kebijakan tersebut, termasuk mendorong peningkatan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Memang perlu, khususnya subsidi pakan ayam, agar peternak tidak colaps. Juga kebijakan BGN penyerapan telur dalam menu diperbanyak,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Peternak Bagikan 1 Juta Telur Gratis

Keresahan peternak terhadap jatuhnya harga telur juga memicu aksi di Kabupaten Blitar. Ratusan peternak ayam petelur dari Blitar Raya, Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar, Senin (1/6/2026).

Sebagai bentuk protes, mereka membagikan sekitar satu juta butir telur secara gratis kepada masyarakat. Telur-telur tersebut diangkut menggunakan sekitar 200 mobil pikap.
Koorlap aksi, Suyanto mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menunjukkan kondisi peternak yang semakin tertekan akibat harga telur yang terus turun.

“Ini bentuk keprihatinan kami dengan harga telur yang terus turun,” kata Suyanto.

Menurutnya, harga telur di tingkat peternak sudah dua bulan terakhir berada dalam tren penurunan, sementara harga bahan baku pakan justru meningkat. Peternak juga mengaku khawatir dengan munculnya wacana keterlibatan investor asing dalam usaha ayam petelur.

Saat ini harga telur di kandang hanya sekitar Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram.

“Kami berharap harga pakan standar dan harga telur sesuai HAP yaitu Rp24.500 per kilogram sampai Rp26.500 per kilogram,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar