Liputanjatim.com — Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dr. (H.C.) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Halim, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sekaligus Penyerahan Sertifikat Program Indonesia Pintar (PIP) di MTs Najatud Daraoini, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, pada Minggu (14/12/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ahmad Athoillah, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari siswa-siswi MTs Najatud Daraoini, wali murid, dewan guru, tokoh masyarakat, serta pengurus lembaga pendidikan setempat. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, terlihat dari partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Gus Halim menegaskan pentingnya penguatan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda agar menjadi fondasi kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Gus Halim di hadapan peserta.
Selain sosialisasi kebangsaan, acara juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat Program Indonesia Pintar (PIP) kepada para penerima manfaat. Program ini merupakan bentuk komitmen negara dalam menjamin akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Gus Halim menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bangsa. Oleh karena itu, negara harus hadir memastikan tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
“Melalui PIP, negara hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia tetap bisa sekolah dan meraih cita-citanya,” tegasnya.
Pihak sekolah dan wali murid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berharap program-program pendidikan dan sosialisasi kebangsaan dapat terus berlanjut, khususnya di lingkungan madrasah dan sekolah berbasis masyarakat.
Acara ditutup dengan dialog interaktif, penyerahan simbolis sertifikat PIP, serta foto bersama.
