Penguatan Wisata Halal Jatim Harus Ditopang Infrastruktur dan Berorientasi pada Dampak Nyata
Liputanjatim.com – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat identitas sebagai destinasi wisata halal dinilai harus diiringi dengan penyediaan infrastruktur yang memadai serta kebijakan yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Abdul Qodir, menegaskan pengarusutamaan wisata halal tidak cukup hanya melalui branding atau promosi. Menurutnya, pemerintah harus membangun ekosistem wisata halal yang lengkap agar mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan perekonomian daerah.
“Kalau Jawa Timur memang ingin mengarusutamakan wisata halal, maka harus ditunjang dengan segala infrastruktur wisata halal yang memadai. Karena selama ini infrastruktur wisata halal di Jawa Timur masih belum optimal,” ujar Abdul Qodir.
Ia menjelaskan, infrastruktur tersebut meliputi ketersediaan masjid dan musala yang representatif, restoran dan pusat kuliner bersertifikat halal, hotel ramah muslim, akses transportasi yang baik, hingga fasilitas penunjang lainnya di destinasi wisata.
Selain penguatan infrastruktur, Abdul Qodir juga mengingatkan agar setiap program pengembangan wisata halal tidak hanya mengejar target administratif melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Individu (IKI). Menurutnya, keberhasilan sebuah kebijakan harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana program dan kebijakan diukur berdasarkan hasil atau output dan outcome yang dirasakan masyarakat. Jangan hanya mengejar IKU dan IKI, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat justru tidak terlihat,” tegasnya.
Menurut Abdul Qodir, keberhasilan pengembangan wisata halal seharusnya tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, bertambahnya pendapatan pelaku UMKM dan sektor pariwisata, terbukanya lapangan kerja, serta tumbuhnya ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Karena itu, ia mendorong Pemprov Jatim menyusun kebijakan pengembangan wisata halal yang terintegrasi, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, sertifikasi halal bagi pelaku usaha, hingga evaluasi program yang berbasis output dan outcome, sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai destinasi wisata halal unggulan.