Seksi 1-2 Tol Prosiwangi Siap Operasi, Logistik Jatim Bakal Makin Lancar
Liputanjatim – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer. Kedua ruas tersebut telah menyelesaikan konstruksi dan mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Pengoperasian dua seksi tol tersebut diharapkan memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Jawa Timur.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan jalan tol tidak sekadar menjadi infrastruktur transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pengungkit pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (6/8/2026).
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi memiliki panjang 175,4 kilometer yang terbagi dalam tujuh seksi. Pembangunan jalan tol tersebut dilaksanakan oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Adapun tujuh seksi Tol Prosiwangi meliputi Seksi 1 Suko–Kraksaan sepanjang 12,8 kilometer, Seksi 2 Kraksaan–Paiton 11,2 kilometer, Seksi 3 Paiton–Besuki 25,6 kilometer, Seksi 4 Besuki–Situbondo 42,3 kilometer, Seksi 5 Situbondo–Asembagus 16,7 kilometer, Seksi 6 Asembagus–Bajulmati 37,4 kilometer, serta Seksi 7 Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,2 kilometer.
Dody menjelaskan, Seksi 1 dan Seksi 2 telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan memperoleh SLO. Sementara Seksi 3 yang menghubungkan Paiton hingga Besuki masih menjalani proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
Menurut Dody, keberadaan Tol Prosiwangi nantinya tidak hanya memangkas waktu tempuh perjalanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Jalur tol tersebut diharapkan dapat memperlancar arus logistik sekaligus membuka akses yang lebih baik menuju kawasan industri, pusat distribusi, serta destinasi pariwisata unggulan di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari transformasi PU608 untuk menghadirkan infrastruktur yang mampu meningkatkan efisiensi ekonomi, memperkuat daya saing nasional, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” jelasnya.
Dody mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), meningkatkan produktivitas, serta mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Operasional Seksi 1-2 Masih Tunggu Simpang Susun Gending
Meski Seksi 1 dan Seksi 2 telah mengantongi SLO, pengoperasian kedua ruas tersebut masih menunggu penyempurnaan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Simpang Susun Gending.
Simpang Susun Gending memiliki peran penting karena menjadi penghubung antara Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi. Kesiapan simpang susun tersebut menjadi salah satu faktor penting sebelum ruas tol dibuka dan digunakan masyarakat.
Simpang Susun Gending sebelumnya telah menjalani pemeriksaan ULFO pada 16–17 Juli 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fasilitas yang tersedia memenuhi aspek keselamatan, kelayakan fungsi, dan kesiapan operasional.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, Tim ULFO masih menemukan sejumlah aspek yang perlu disempurnakan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol.
Menindaklanjuti temuan tersebut, PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol menyatakan akan segera menyelesaikan seluruh rekomendasi yang diberikan Tim ULFO.
Penyempurnaan tersebut menjadi tahapan penting sebelum dilakukan evaluasi lanjutan terhadap kesiapan Simpang Susun Gending.
Dengan selesainya proses tersebut, pengoperasian Tol Prosiwangi Seksi 1 dan Seksi 2 diharapkan dapat segera dilakukan sehingga manfaat konektivitas baru bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan Tapal Kuda dapat dirasakan.