Iklan
Nasional

BAZNAS Perkuat Ekonomi Umat, Gus Muhaimin: Luar Biasa

Oleh Pamela 12 dibaca
Add on Google 💬

GRESIK — Pengentasan kemiskinan dinilai tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan sosial. Penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi menjadi langkah penting untuk memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang dinilai telah ikut memperkuat upaya pemerintah melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Gus Muhaimin setelah menghadiri peluncuran program Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Gus Muhaimin, BAZNAS memiliki peran strategis karena pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pemberian bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Alhamdulillah, BAZNAS sudah menjadi pelaku dari pemberdayaan masyarakat. BAZNAS bukan hanya mengatasi kemiskinan secara karitatif, tetapi juga membangun dan menumbuhkembangkan ekosistem, itu luar biasa,” kata Gus Muhaimin, Sabtu (8/8/2026).

Dia menilai penguatan ekosistem ekonomi menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan.

Masyarakat perlu mendapatkan akses dan pendampingan sehingga mampu meningkatkan produktivitas serta menciptakan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Karena itu, Gus Muhaimin menyebut kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS penting untuk memperluas dampak pemberdayaan masyarakat.

“Karena itu, kolaborasi dengan BAZNAS sangat penting. BAZNAS kenapa dipercaya? Karena membangun ekosistem,” ujarnya.

Gus Muhaimin menjelaskan bahwa penanganan kemiskinan memiliki sejumlah tahapan. Pada tingkat paling dasar, intervensi dilakukan melalui pendekatan karitatif berupa bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Namun, tahap yang lebih tinggi adalah pemberdayaan. Pada tahap ini, masyarakat diarahkan agar memiliki kemampuan, akses, serta peluang ekonomi sehingga dapat meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

“Ada yang paling dasar, yakni karitatif, ada yang paling tinggi adalah pemberdayaan. Nah, di situlah apresiasi kepada BAZNAS yang juga telah terus tumbuh menjadi kekuatan partner pemerintah,” jelasnya.

Menurut Gus Muhaimin, pola pemberdayaan menjadi penting karena persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga akses terhadap kesempatan ekonomi, pendidikan, keterampilan, serta pengembangan usaha.

Karena itu, program pemberdayaan perlu dirancang agar mampu menciptakan ekosistem yang mendukung masyarakat dari tahap awal hingga mampu berdiri secara mandiri.

Dalam konteks tersebut, Gus Muhaimin melihat pesantren sebagai salah satu ekosistem yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Pesantren dinilai memiliki jaringan sosial yang kuat sekaligus kedekatan dengan masyarakat. Kondisi tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan berbagai program ekonomi yang melibatkan santri, keluarga pesantren, maupun masyarakat di sekitarnya.

“Pesantren itu menjadi pilihan dari upaya kita mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Karena dari zaman ke zaman pesantren itu memiliki ekosistem yang kuat, kokoh, dan kredibel,” tuturnya.

Dia menegaskan pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan berbagai pihak. BAZNAS, menurutnya, dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam memperluas jangkauan program pemberdayaan.

Kolaborasi tersebut juga harus diikuti dengan pola kerja yang adaptif. Perubahan kondisi ekonomi dan kompleksitas persoalan sosial menuntut kebijakan pemberdayaan yang mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“Ini semua tidak lain karena kita ingin melanjutkan orientasi baru Presiden agar kemajuan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh (kalangan) atas tetapi dinikmati juga bareng bersama-sama. Semua hari ini tidak ada jalan lain kecuali merombak pola kerja karena tantangannya begitu kompleks,” ucapnya.

Sebelumnya, BAZNAS bersama Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat melalui tiga program, yakni Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur di Kabupaten Gresik.

Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput. Potensi ekonomi yang berada di lingkungan pesantren dan masjid juga didorong agar dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Program Zmart Pesantren diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha di lingkungan pesantren. Sementara BUMi menyasar penguatan usaha ultra mikro berbasis masjid.

Adapun Santripreneur diarahkan untuk mendorong santri memiliki keterampilan kewirausahaan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Melalui program tersebut, pemberdayaan diharapkan tidak hanya menghasilkan bantuan jangka pendek, tetapi menciptakan sumber penghasilan yang dapat terus berkembang.

Gus Muhaimin menilai pendekatan semacam itu sejalan dengan upaya pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang lebih merata.

Dengan memperkuat kolaborasi pemerintah, BAZNAS, pesantren, masjid, dan masyarakat, pengentasan kemiskinan diharapkan dapat bergerak dari pola bantuan menuju pemberdayaan yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar