Petani Tebu di Lamongan Sambat Gagal Panen, Program Bongkar Ratoon Tak Optimal
Liputanjatim.com – Alih-alih Program Bongkar Ratoon (Peremajaan) di Jawa Timur menjadi inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas gula nasional, yang terjadi justru banyak petani tebu mengeluhkan gagal panen. Para petani menyebut bantuan bibit tebu yang diberikan pemerintah tidak sesuai harapan karena dinilai berkualitas buruk sehingga berdampak pada hasil panen yang tidak optimal.
Keluhan tersebut disampaikan petani tebu saat Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Much. Abdul Qodir, menggelar kegiatan Reses III di Kabupaten Lamongan.
Abdul Qodir mengatakan segera melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Bongkar Ratoon. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan apakah bantuan yang disalurkan benar-benar menggunakan bibit berkualitas atau justru bibit dengan kualitas buruk, serta menilai apakah pendampingan dari dinas terkait sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menegaskan diperlukan pihaknya akan mendorong Dinas Perkebunan Jawa Timur turun langsung ke lapangan guna melakukan pendampingan secara lebih intensif kepada para petani tebu. Langkah tersebut dinilai penting agar petani dapat kembali bangkit dan mampu meningkatkan hasil panen secara optimal.
“Dinas Perkebunan Jatim akan segera kami koordinasikan dan evaluasi. Bila perlu agar turun ke lapangan melakukan pendampingan secara masif agar petani tebu bangkit dan menghasilkan hasil yang optimal,” ujar Much. Abdul Qodir.
Dalam kegiatan Reses III di Lamongan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat, khususnya para petani tebu, menjadi perhatian utama. Mereka berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan bibit, tetapi juga memastikan kualitas bibit yang disalurkan serta memberikan pendampingan teknis secara berkelanjutan agar produktivitas tebu di Jawa Timur dapat meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.