Ratusan Siswa Bondowoso Gagal Lolos OSN, Dispendik Janji Akan Bertanggung Jawab
Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bondowoso gagal melanjutkan ke ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat berikutnya. Kondisi tersebut diduga dipicu karena berkas administrasi peserta tidak terunggah, sehingga memicu protes dari para wali murid.
Menanggapi persoalan itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso mengakui adanya kendala dalam proses administrasi dan menyatakan telah mengambil langkah untuk mencari solusi agar hak para siswa tetap diperjuangkan.
“Enggak apa-apa, kan bukan hanya terjadi di Bondowoso saja. Tapi juga di beberapa kota lain,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, Selasa (30/6/2026).
Taufan menjelaskan, pihaknya hingga kini masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab tidak tercantumnya data para siswa dalam sistem OSN.
“Kami sudah bersurat ke Puspresnas dengan menyertakan bukti screenshot (tangkapan layar) dan foto-foto pelaksanaan OSN kabupaten,” katanya.
Saat ditanya mengenai dugaan adanya kesalahan format maupun kelalaian dalam mengunggah berita acara, Taufan tidak menampik kemungkinan tersebut. Namun, ia meminta masyarakat, khususnya para wali murid, untuk menunggu hasil penelusuran yang sedang dilakukan.
“Ini baru sebatas perkiraan di internal kami, belum tahu pasti. Oleh sebab itu kami minta agar wali murid bersabar,” imbuhnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Dispendik Bondowoso tidak hanya mengirimkan surat kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), tetapi juga mengutus perwakilan untuk berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Kami sedang mengurusi ini, dan kami bertanggung jawab,” pungkas Taufan Restuanto.
Sebelumnya, belasan wali murid SD dan SMP di Bondowoso mendatangi kantor Dinas Pendidikan setempat untuk mempertanyakan gagalnya anak-anak mereka mengikuti kompetisi OSN. Mereka yang mewakili ratusan wali murid menduga berkas administrasi peserta tidak diunggah oleh Dinas Pendidikan Bondowoso.
Akibat persoalan administrasi tersebut, ratusan siswa SD dan SMP di Kabupaten Bondowoso tidak dapat mengikuti kompetisi OSN tingkat provinsi maupun nasional. Padahal pada tahun sebelumnya, sejumlah siswa dari Bondowoso berhasil mengikuti ajang yang sama dan menorehkan berbagai prestasi.