Pemadaman Listrik Bergilir di Jatim Pemicunya Beban Berat dan Kurangnya Pasokan
Liputanjatim.com-Pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur memicu kekhawatiran masyarakat. Gangguan pasokan listrik dilaporkan terjadi di beberapa daerah, termasuk Surabaya, Gresik, Malang Raya, dan Pasuruan Raya, dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa pemadaman yang sempat terjadi dipicu kekurangan pasokan listrik pada jam-jam beban puncak. Berdasarkan laporan PLN dan pengatur beban, kebutuhan pemadaman saat itu mencapai 445 megawatt (MW).
“Atas laporan kami ke Ibu Gubernur bersama Pak Mustakim selaku GM PLN dan juga koordinasi dengan pengatur beban, memang ada kekurangan pasokan. Kalau malam hari beban meningkat antara pukul 18.00 sampai 21.00. Total 445 MW yang harus dipadamkan, tetapi itu posisi berkemarin lusa,” ujar Emil.
Namun, ia menyebut kondisi pasokan listrik kini mulai membaik sehingga kebutuhan pemadaman berangsur menurun.
“Kemarin ada kabar bahwa minggu ini pasokan sudah berangsur-angsur meningkat sehingga kebutuhan pemadaman juga bisa dikurangi,” katanya.
Pemprov Jatim, lanjut Emil, memberi perhatian khusus terhadap sejumlah sektor strategis yang terdampak langsung jika terjadi pemadaman, seperti perlintasan kereta api, lampu lalu lintas, layanan air bersih PDAM, hingga rumah sakit.
“Yang bahaya ini kan perlintasan kereta api, traffic light, PDAM, dan jangan sampai rumah sakit merasakan dampaknya. PLN sudah setuju bahwa kalau ada pemadaman yang terencana, harus mengabarkan dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemprov Jatim telah menunjuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai koordinator pemetaan sektor-sektor prioritas yang harus dijaga pasokan listriknya.
“Kami sudah minta Dinas ESDM menjadi koordinator untuk memastikan pemetaan sektor-sektor strategis. Jangan sampai perlintasan kereta mati tetapi tidak ada yang bisa mengantisipasi,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov juga meminta PLN meningkatkan komunikasi kepada masyarakat terkait jadwal pemadaman agar pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan langkah antisipasi.
“Saya rasa berikutnya adalah bagaimana setiap pelanggan bisa diberi waktu untuk mengantisipasi. Jangan sampai pelanggan baru tahu ketika listrik sudah padam,” kata Emil.
Berdasarkan laporan terbaru, sebagian besar wilayah yang sebelumnya terdampak kini telah kembali mendapatkan pasokan listrik normal. Bahkan pusat pengatur beban disebut tidak lagi melakukan manajemen beban secara masif sejak akhir pekan lalu.
“Seharusnya dari hari kemarin, lokasi yang terdampak sudah normal kembali. Dari pusat pengatur beban juga tidak ada manajemen beban. Hari ini kami tetap melakukan evaluasi dan monitoring,” ujarnya.
Pemprov Jawa Timur memastikan akan terus melakukan pemantauan bersama PLN guna memastikan pasokan listrik kembali stabil dan pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan.