Liputanjatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberangkatkan ratusan pemudik asal Kepulauan Masalembu melalui program mudik gratis pada Rabu (11/3/2026).
Layanan ini merupakan program mudik gratis perdana di bulan Ramadan dengan rute langsung ke Pulau Masalembu dan Pulau Karamian.
Melansir Kompas.com, para pemudik mulai menaiki kapal Sabuk Nusantara 92 yang bersandar di Dermaga III Pelabuhan Kalianget sejak pagi.
Mereka membawa berbagai barang untuk dibawa pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran.
Banyak dari pemudik yang mengaku terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi laut, yang biasanya cukup besar untuk perjalanan jarak jauh.
Salah satu penumpang, Muhlis, mengatakan program mudik gratis ini sangat membantu warga kepulauan yang ingin pulang saat Ramadhan.
“Setahu saya ini baru pertama kali ke Masalembu, Ramadhan ini. Kami tentu sangat terbantu,” kata Muhlis.
Muhlis menjelaskan, memang akses pelayaran menuju Pulau Masalembu terbatas karena jaraknya cukup jauh dari daratan utama Sumenep.
Dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan, dia hanya mengetahui ada dua jadwal pelayaran reguler yang tersisa menuju pulau itu.
“Masalembu itu termasuk pulau yang jauh. Informasi yang saya terima, sampai menjelang Lebaran nanti hanya ada dua kali pelayaran lagi ke sana,” tambahnya.
Sementara itu, petugas Pelabuhan Kalianget, Aris, menyebut jumlah penumpang yang berangkat menggunakan kapal Sabuk Nusantara 92 dalam program mudik gratis itu mencapai ratusan orang.
“Ada sekitar 412 penumpang yang naik kapal Sabuk Nusantara 92 untuk program mudik gratis ini,” jelas Aris.
Dia menjelaskan, proses pemberangkatan sempat mengalami keterlambatan dari jadwal semula.
Kapal yang semestinya berangkat pukul 08.00 WIB harus menunggu sekitar satu jam karena petugas pembagi tiket dari Dinas Perhubungan terlambat tiba di pelabuhan.
Meski demikian, keterlambatan itu tidak berdampak pada jumlah penumpang yang berangkat. Seluruh pemudik yang telah terdaftar dalam program itu berhasil naik ke kapal.
“Walaupun sempat molor sekitar satu jam, semua penumpang yang terdaftar sudah terangkut. Tidak ada yang tertinggal di pelabuhan,” ujarnya.
