Iklan
Infografis

Gunung Semeru Erupsi Sembilan Kali Sehari, Dentuman Sedang Terdengar, BPBD Pastikan Warga Tetap Aman

30 Juni 2026 LiputanJatim.com
semeru Gunung Semeru Erupsi Sembilan Kali Sehari, Dentuman Sedang Terdengar, BPBD Pastikan Warga Tetap Aman
Ringkasan Infografis

LUMAJANG, Liputanjatim.com – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami sembilan kali erupsi dalam sehari pada Senin (30/6), dengan letusan tertinggi mencapai 1,2 kilometer di atas puncak yang disertai dentuman berkekuatan sedang. Erupsi terbesar terjadi pada pukul 16.39 WIB. Kolom abu vulkanik […]

LUMAJANG, Liputanjatim.com – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami sembilan kali erupsi dalam sehari pada Senin (30/6), dengan letusan tertinggi mencapai 1,2 kilometer di atas puncak yang disertai dentuman berkekuatan sedang.

Erupsi terbesar terjadi pada pukul 16.39 WIB. Kolom abu vulkanik tampak membumbung tinggi ke udara dengan arah sebaran menuju timur laut hingga timur.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan erupsi tersebut berhasil terpantau secara visual maupun melalui rekaman seismograf.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 16.39 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis di Lumajang, Senin.

Ia menjelaskan, kolom abu yang keluar dari kawah berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur laut serta timur.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 9 detik.”

Selain mengeluarkan kolom abu, erupsi juga disertai suara dentuman berkekuatan sedang. Hingga kini, aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga).

“Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu disertai dentuman sedang dan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga),” tuturnya.

Data Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat, sejak pukul 00.04 WIB hingga 19.23 WIB, gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut telah mengalami sembilan kali erupsi. Tinggi kolom letusan bervariasi, mulai dari 500 meter hingga mencapai 1.200 meter di atas puncak.

Meski aktivitas vulkanik meningkat, kondisi di wilayah permukiman warga masih terpantau aman. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, memastikan belum ada laporan dampak langsung akibat erupsi tersebut.

“Sejauh ini tidak ada dampak langsung ke masyarakat, namun petugas BPBD selalu siaga di Pos Curahkobokan dan Pos Oro-oro Ombo untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru,” katanya.

BPBD bersama petugas pemantau gunung api terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Masyarakat juga diminta tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Saat ini, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.

Isnugroho juga mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki kawasan dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko tinggi terkena lontaran material pijar.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama awan panas guguran, aliran lava, maupun banjir lahar yang dapat mengalir melalui sejumlah sungai berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” kata Isnugroho.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas Gunung Semeru.

Infografis Lainnya