Senin, 01 Juni 2026 LIVE Update Terbaru
SPACE IKLAN 970 x 250
BREAKING NEWS
Infografis

Rupiah Tertekan, Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS pada Mei 2026

31 Mei 2026 LiputanJatim.com
Ringkasan Infografis

Liputanjatim.com – Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan sepanjang Mei 2026 dan sempat mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pasar keuangan, rupiah bergerak dari kisaran Rp17.445 per dolar AS pada awal Mei dan mencapai Rp17.876 per dolar AS pada akhir bulan. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik, […]

Liputanjatim.com – Nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan sepanjang Mei 2026 dan sempat mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pasar keuangan, rupiah bergerak dari kisaran Rp17.445 per dolar AS pada awal Mei dan mencapai Rp17.876 per dolar AS pada akhir bulan. Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari penguatan dolar AS akibat tingginya suku bunga Amerika Serikat, meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia, hingga keluarnya modal asing dari pasar negara berkembang.

Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi perekonomian nasional secara luas. Kenaikan kurs dolar dapat menyebabkan harga barang impor menjadi lebih mahal, meningkatkan biaya produksi industri yang masih bergantung pada bahan baku luar negeri, serta memicu kenaikan harga energi dan berbagai kebutuhan pokok. Bagi masyarakat, kondisi ini berpotensi mengurangi daya beli akibat kenaikan harga barang dan jasa.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah, seperti intervensi di pasar valuta asing, penguatan kebijakan moneter, serta menjaga likuiditas pasar keuangan domestik. Namun demikian, prospek pergerakan rupiah ke depan masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), harga komoditas dunia, dan arus investasi asing.

Di tengah tekanan tersebut, terdapat pula sektor yang dapat memperoleh manfaat dari pelemahan rupiah, seperti industri berorientasi ekspor, sektor pariwisata, dan penerima remitansi dari luar negeri. Oleh karena itu, pelemahan rupiah menjadi isu penting yang perlu dicermati oleh pemerintah, pelaku usaha, investor, maupun masyarakat karena memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan aktivitas bisnis di Indonesia.

Sumber Data: Bank Indonesia, Reuters, Trading Economics, Bloomberg, serta berbagai laporan ekonomi nasional dan internasional periode Mei 2026.

Infografis Lainnya

```