Indikator Makro Sosial Ekonomi Jawa Timur Triwulan I-2026
Liputanjatim.com – Infografis ini menyajikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan pertanian Provinsi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Data ini menjadi indikator penting dalam membaca arah pembangunan daerah, tingkat kesejahteraan masyarakat, serta kinerja perekonomian Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi […]
Liputanjatim.com – Infografis ini menyajikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan pertanian Provinsi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Data ini menjadi indikator penting dalam membaca arah pembangunan daerah, tingkat kesejahteraan masyarakat, serta kinerja perekonomian Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Pada sektor sosial dan kependudukan, jumlah penduduk Jawa Timur mencapai lebih dari 42 juta jiwa dengan komposisi laki-laki dan perempuan yang relatif seimbang. Struktur penduduk yang besar menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Di sisi lain, tingkat kemiskinan Jawa Timur pada September 2025 tercatat sebesar 9,30 persen atau sekitar 3,8 juta jiwa. Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya, menandakan berbagai program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi mulai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan, yang berarti jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin mengecil dan ketimpangan di antara kelompok miskin semakin berkurang.
Dari aspek ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja Jawa Timur menunjukkan tren yang cukup positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan, yang mengindikasikan semakin banyak penduduk usia produktif yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan semakin terbukanya peluang kerja serta meningkatnya aktivitas sektor-sektor ekonomi yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan masih menjadi penyerap tenaga kerja utama di Jawa Timur.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur juga terus mengalami peningkatan. Kenaikan IPM menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat yang diukur melalui tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Dengan capaian IPM yang masuk kategori tinggi, Jawa Timur menunjukkan kemajuan pembangunan manusia yang semakin baik dan kompetitif dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Pada sektor ekonomi dan perdagangan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,96 persen (year-on-year). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional dan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah tetap kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan global. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi, serta aktivitas perdagangan yang semakin pulih pasca berbagai tekanan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp888 triliun, menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia. Sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap struktur ekonomi daerah, diikuti sektor perdagangan dan pertanian. Kuatnya sektor manufaktur menunjukkan bahwa Jawa Timur tetap menjadi basis industri nasional yang berperan penting dalam rantai pasok domestik maupun ekspor.
Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor Jawa Timur masih menunjukkan performa yang kuat. Berbagai komoditas unggulan seperti produk manufaktur, makanan olahan, hasil pertanian, dan produk industri lainnya terus menjadi penopang neraca perdagangan daerah. Aktivitas ekspor dan impor yang tumbuh menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi serta konektivitas Jawa Timur dengan pasar global.
Pada sektor pertanian, Jawa Timur tetap mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi, jagung, hortikultura, dan berbagai komoditas pertanian strategis lainnya masih menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional. Meskipun beberapa komoditas mengalami fluktuasi akibat faktor cuaca dan musim tanam, secara umum sektor pertanian Jawa Timur tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Nilai Tukar Petani (NTP) yang stabil juga mencerminkan daya beli dan kesejahteraan petani yang relatif terjaga.
Secara keseluruhan, infografis ini menggambarkan bahwa Jawa Timur pada Triwulan I-2026 berada dalam kondisi yang cukup positif. Pertumbuhan ekonomi yang kuat, penurunan tingkat kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta stabilitas sektor pertanian menjadi indikator bahwa pembangunan daerah terus bergerak ke arah yang lebih baik. Namun demikian, tantangan seperti pemerataan kesejahteraan, pengurangan kemiskinan di wilayah pedesaan, peningkatan kualitas tenaga kerja, dan penguatan daya saing industri masih perlu menjadi fokus kebijakan pemerintah daerah ke depan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat Jawa Timur.
