Iklan
Daerah

Hadiri Festival Mangrove Jatim ke-10 di Tuban, Senator Lia Istifhama Tekankan Pentingnya Jaga Ekosistem Pesisir

Oleh Haris 38 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang dipusatkan di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, senator yang akrab disapa Ning Lia menegaskan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui kolaborasi berbagai pihak sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Festival Mangrove Jawa Timur menjadi agenda tahunan yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, kelompok tani hutan, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen menjaga kawasan pesisir melalui pelestarian hutan mangrove.

Menurut Ning Lia, kegiatan tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani hutan, dan berbagai elemen lainnya dalam menjaga kawasan mangrove sebagai benteng alami wilayah pesisir.

“Agenda ini menjadi wadah konkret untuk menjaga alam sekaligus mengerek daya tarik wisata di sepanjang kawasan pantai utara,” kata Ning Lia usai kegiatan.

Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, musisi Kaka Slank, jajaran pemerintah daerah, anggota legislatif, hingga masyarakat dinilai menjadi bukti bahwa pelestarian alam membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Ini wujud kolaborasi yang sangat apik. Kehadiran Ibu Gubernur, Kaka Slank, jajaran pemerintah daerah, hingga masyarakat membuktikan bahwa pelestarian alam membutuhkan kerja bersama. Festival ini tidak sebatas seremoni, melainkan media edukasi agar kepedulian publik terhadap lingkungan kian menguat,” jelasnya.

Ning Lia menegaskan, keberadaan hutan mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Menurutnya, pelestarian kawasan pesisir tidak hanya menjaga keseimbangan ekologi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

Ia menilai Kabupaten Tuban memiliki potensi maritim yang besar dengan garis pantai sekitar 65 kilometer. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata pesisir berbasis konservasi apabila ekosistem mangrove terus dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.

“Menanam mangrove itu sama artinya dengan menanam masa depan ekonomi masyarakat. Apa yang kita tanam hari ini menjadi penyangga lingkungan yang sehat dan membuka peluang pariwisata pesisir yang ramah lingkungan,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia juga mengapresiasi konsistensi Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Tuban yang terus merawat kawasan mangrove. Menurutnya, tata kelola wilayah pesisir harus tetap mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan serta menekan alih fungsi lahan yang berpotensi merusak ekosistem.

Festival Mangrove Jawa Timur ke-10 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Mangrove tersebut juga diisi dengan kegiatan penanaman bibit mangrove secara massal. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, musisi Kaka Slank, jajaran Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Tuban, serta berbagai elemen masyarakat.

“Pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Semoga langkah yang dilakukan di Tuban dapat menginspirasi daerah lain untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir,” pungkasnya.

Penulis

Haris

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar