Proyek Tol Demak-Tuban Mandek, Lokasi Exit Tol di Pati Belum Jelas
Liputanjatim – Proyek pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban yang diharapkan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa bagian timur kembali mengalami penundaan.
Hingga pertengahan 2026, pembangunan fisik belum juga dimulai, sementara kepastian lokasi exit tol di Kabupaten Pati masih belum diketahui.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Tony Romas Indriarsa, mengaku pihaknya belum memperoleh informasi terbaru terkait perkembangan proyek strategis nasional tersebut, termasuk kepastian apakah Kabupaten Pati akan memiliki akses exit tol.
“Kita belum tahu secara pastinya. Apakah kita nanti dapat exit tol-nya, kita belum tahu,” ujar Tony, dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, Dishub Pati juga sudah cukup lama tidak dilibatkan dalam pembahasan lanjutan mengenai proyek Tol Demak-Tuban.
Rapat koordinasi terakhir yang diikuti instansinya berlangsung pada 2025, dan sejak saat itu belum ada undangan maupun informasi terbaru dari pemerintah pusat maupun instansi terkait.
“Sudah lama terakhir rapat. Tahun lalu terakhir. Tahun ini belum diajak rapat lagi. Pembahasan terkait exit tol-nya. Sampai saat ini belum ada informasi lagi,” katanya.
Padahal, proyek Tol Demak-Tuban sebelumnya dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2024.
Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan pemerintah daerah maupun masyarakat yang menantikan dampak positif dari pembangunan infrastruktur tersebut.
Meski belum ada kepastian, Pemerintah Kabupaten Pati tetap berharap proyek jalan tol itu dapat segera direalisasikan.
Kehadiran akses tol dinilai mampu mempercepat konektivitas antarwilayah di jalur Pantura, memangkas waktu tempuh distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing daerah.
Selain itu, keberadaan exit tol di Pati diyakini akan menjadi magnet baru bagi masuknya investasi di sektor industri, perdagangan, logistik, hingga pariwisata.
Kemudahan akses transportasi dinilai dapat membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru yang selama ini terkendala konektivitas.
Pelaku usaha di kawasan Pantura juga menaruh harapan besar terhadap pembangunan Tol Demak-Tuban.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, dan industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Jawa Tengah.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal terbaru pembangunan maupun penetapan trase dan titik exit tol yang akan melintasi Kabupaten Pati.
Pemerintah daerah pun masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait kelanjutan proyek tersebut.
Dengan belum adanya perkembangan terbaru, masyarakat berharap proses perencanaan dapat segera dilanjutkan agar proyek Tol Demak-Tuban tidak kembali mengalami penundaan dan manfaat ekonominya dapat segera dirasakan oleh daerah-daerah yang dilalui, termasuk Kabupaten Pati.