IKLAN
Nasional

Bahan Baku Obat Masih Impor, Nasim Khan Dorong Pengembangan Obat Bahan Alam

Oleh hani β€’ 10 Juni 2026, 17:57 WIB β€’ 2 menit baca β€’ 8 dibaca
Add on Google πŸ’¬

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada stabilitas harga obat di dalam negeri, terutama saat nilai tukar rupiah melemah.

Nasim mendorong pemerintah untuk mempercepat hilirisasi industri farmasi berbasis sumber daya lokal melalui penguatan Obat Bahan Alam (OBA). Menurutnya, kekayaan hayati Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat yang mandiri dan berdaya saing.

“Saat ini bahan baku obat mayoritas berasal dari impor. Ketika rupiah melemah, bahan baku obat tentunya berdampak sehingga harga obat menjadi mahal. Indonesia memiliki warisan kekayaan alam dan budaya pengobatan tradisional yang luar biasa. Kita memiliki berbagai jenis tanaman obat dan bahan alami yang berpotensi dikembangkan menjadi Obat Bahan Alam yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Nasim Khan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai ketergantungan terhadap pasokan global perlu segera dikurangi karena dapat melemahkan ketahanan kesehatan nasional, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan akses obat dengan harga terjangkau.

IKLAN

“Masyarakat yang membutuhkan pengobatan tentunya sangat terdampak ketika harga obat menjadi semakin mahal. Pemerintah harus memiliki target untuk menurunkan ketergantungan bahan baku impor. Jangan sampai ketahanan kesehatan nasional kita bergantung pada kondisi negara lain,” ujarnya.

Legislator PKB ini juga menekankan pentingnya langkah konkret pemerintah dalam memperkuat industri farmasi dalam negeri, tidak hanya dari sisi bahan baku, tetapi juga teknologi, kemasan, hingga peralatan produksi.

Ia menambahkan, pengembangan obat berbasis bahan alam akan memberikan dampak ekonomi yang luas jika dikelola secara optimal, termasuk bagi petani tanaman obat dan pelaku UMKM herbal.

β€œKalau bahan baku obat bisa diproduksi lebih banyak di dalam negeri, maka harga obat akan lebih stabil, pasokan lebih terjamin, dan manfaat ekonominya juga bisa dirasakan masyarakat. Petani tanaman obat, pelaku UMKM herbal, hingga industri farmasi nasional akan ikut tumbuh,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong adanya sinergi lintas sektor dalam memperkuat riset dan inovasi kesehatan nasional guna mewujudkan kemandirian industri farmasi Indonesia.

“Kemandirian industri kesehatan harus menjadi agenda strategis nasional. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kemampuan riset yang terus berkembang. Tinggal bagaimana pemerintah dan industri mempercepat hilirisasi serta pemanfaatan bahan baku lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Nasim.

Penulis

hani

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar