IKLAN
Berita

Kehilangan Motor? Ini Data Curanmor Temuan Polrestabes Surabaya Bisa Dicek Lewat Link Ini

Oleh Nisa Ab. 2 dibaca
Add on Google 💬

Liputanjatim.com – Kabar baik untuk masyarakat yang sedih setelah kehilangan sepeda motor. Kali ini polrestabes Surabaya memastikan ratusan kendaraan hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akan dikembalikan kepada pemilik sah melalui program bertajuk Bazar Ranmor.

Program tersebut menjadi angin segar di tengah masih maraknya kasus curanmor di Kota Surabaya. Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Surabaya mencatat sedikitnya 600 laporan curanmor dari masyarakat. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dari ratusan laporan itu, polisi menetapkan 472 orang sebagai tersangka, dengan mayoritas pelaku diketahui merupakan residivis yang kembali beraksi. Hampir seluruh perkara tersebut telah diproses hingga tahap penuntutan di pengadilan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan bahwa curanmor menjadi salah satu atensi utama jajarannya.

“Dari total 600 yang dilaporkan, hampir seluruhnya telah masuk ke tahap penuntutan hukum di meja persidangan,” ujar Kombes Pol Luthfie, Sabtu (17/1/2026).

Seiring pengungkapan kasus tersebut, Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan sekitar 800 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan. Ratusan kendaraan itu kini disiapkan untuk dikembalikan kepada para pemiliknya melalui program Bazar Ranmor.

Ia menjelaskan, Bazar Ranmor akan digelar dalam dua tahap, yakni 21–23 Januari dan 26–30 Januari 2026, bertempat di Mapolrestabes Surabaya. Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan dipersilakan datang langsung tanpa perantara atau calo.

“Ini nanti rencananya kita akan bikin bazar. Kita akan kembalikan ke pemiliknya. Dia tinggal membawa dokumen kepemilikan,” kata Kombes Luthfie.

Cek Data Curanmor dan Prosedur Kembalian

Bagi pemilik motor yang hilang, anda dapat memastikan lagi sebelum datang ke bazar curanmor. Berikut data BB curanmor yang dapat diakses oleh publik. klik disini

Tak hanya itu, Kombes Luthfie memastikan seluruh kendaraan dikembalikan secara gratis. Pemilik cukup membawa dokumen pendukung seperti BPKB, STNK, atau lembar tilang bila ada. Selain itu, Polrestabes Surabaya juga membuka akses data barang bukti motor curian secara daring agar masyarakat dapat mengecek lebih awal sebelum datang ke lokasi.

Dalam pelaksanaannya, ratusan motor akan ditata dalam beberapa blok berdasarkan hasil identifikasi jenis kendaraan dan kepemilikan untuk memudahkan proses pencarian dan pencocokan. “Di depan (lapangan Mapolrestabes Surabaya) itu kita bikin blok A, itu isinya kendaraan apa saja,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, sebagian besar motor hasil curian sudah tidak lagi menggunakan nomor polisi asli karena telah diganti oleh pelaku. Kondisi ini membuat identifikasi harus dilakukan lebih mendalam.

“Kebanyakan memang non-nomor polisinya itu kan sudah diganti. Jadi memang kita buka lagi dari nomor mesin dan nomor rangka. Akhirnya muncul nama pemilik,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran tersebut, polisi menemukan bahwa pemilik kendaraan tidak hanya berasal dari Surabaya. Sejumlah motor bahkan teridentifikasi milik warga luar daerah, salah satunya dari Banten. Menurut Kombes Luthfie, konsep bazar dipilih karena banyak korban curanmor tidak mengingat secara detail nomor polisi kendaraannya.

“Kan orang itu enggak selalu ingat motor saya nomornya berapa. Jadi kita akan langsung umumkan nanti berikut dengan nama pemilik,” ucapnya.

Penulis

Nisa Ab.

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar