Viral! Wisudawati Terjatuh Saat Pose untuk Difoto Rektor di Prosesi Wisuda UINSA
Surabaya – Momen tak terduga terjadi dalam pelaksanaan Wisuda ke-115 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Seorang wisudawati terjatuh dari panggung usai menjalani prosesi pemindahan tali toga ketika hendak mengikuti tren media sosial dengan meminta rektor memotret dirinya.
Insiden tersebut terjadi pada Wisuda ke-115 Sesi III yang digelar Minggu (26/7/2026). Peristiwa itu terekam dalam siaran langsung di kanal YouTube resmi UINSA dan potongan videonya kemudian ramai beredar di berbagai platform media sosial.
Bagian Kerja Sama, Kelembagaan, dan Humas UINSA, Nur Hayati, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu berlangsung secara tiba-tiba sehingga berada di luar perkiraan maupun kendali panitia pelaksana.
“Sebagaimana yang terekam di streaming, kejadiannya memang mendadak di luar kendali kami di tim pelaksana wisuda,” ujar Nur.
Wisudawati yang mengalami insiden tersebut diketahui bernama Ema Syarifatul Hidayati, S.H., lulusan Fakultas Syariah dan Hukum yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Saat meminta Plt Rektor UINSA Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. mengambilkan foto menggunakan ponselnya, Ema melangkah mundur tanpa menyadari batas belakang panggung.
Akibatnya, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke area di bawah panggung hingga mengenai monitor beserta sejumlah perlengkapan acara. Petugas dan panitia yang berada di lokasi segera memberikan bantuan, membantu Ema berdiri, mengambilkan sepatu yang sempat terlepas, serta mengembalikan telepon genggamnya.
Meski sempat menghentikan jalannya prosesi selama beberapa saat, wisudawati tersebut tetap melanjutkan rangkaian wisuda menuju meja pengambilan ijazah. Setelah itu, acara kembali berlangsung sebagaimana mestinya.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak UINSA memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan prosesi wisuda. Kampus juga kembali mengingatkan pentingnya mematuhi arahan yang telah disampaikan saat gladi bersih, termasuk menghindari aksi atau selebrasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Tentunya akan kami evaluasi lebih lanjut. Meskipun sebenarnya kami juga sudah kerap kali mengimbau para wisudawan ketika gladi bersih supaya tidak melakukan selebrasi yang berlebihan saat prosesi wisuda untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan,” kata Nur.
Wisuda ke-115 Sesi III UINSA sendiri diikuti sebanyak 816 lulusan dari total 2.432 wisudawan. Rinciannya terdiri atas 324 lulusan Fakultas Syariah dan Hukum, 316 lulusan Fakultas Sains dan Teknologi termasuk 16 lulusan program double degree, serta 176 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.