Penjual Tempe Dibegal di Kota Probolinggo, Motor dan Ponsel Raib Dibawa Pelaku
Liputanjatim – Aksi begal sepeda motor kembali terjadi di Kota Probolinggo. Seorang penjual tempe menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Mastrip, tepatnya di depan Makam Tionghoa, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Kamis (9/7/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Mohammad Sofiyudin (27), warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih. Akibat kejadian tersebut, sepeda motor Honda Beat bernomor polisi N 3930 RB miliknya dibawa kabur pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Wonoasih, Aipda Arief Al Hidayat mengatakan, korban berangkat dari rumah sekitar pukul 05.10 WIB untuk berjualan tempe ke wilayah Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Saat itu kondisi jalan sudah cukup terang dan arus lalu lintas mulai ramai.
“Sebelum kejadian, korban sempat berhenti di Pasar Krempyeng, Kelurahan Jrebeng Lor, untuk menjual lima lembar tempe. Setelah itu korban kembali melanjutkan perjalanan melalui Jalan KH Ilyas, Jalan Sunan Bonang hingga menuju Jalan Mastrip,” ujar Arief, Kamis.
Menurutnya, korban baru menyadari sedang dibuntuti saat melintas di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kedopok. Para pelaku diduga berjumlah empat orang yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor.
Salah satu kendaraan yang digunakan pelaku diketahui merupakan Yamaha Mio J, sedangkan satu motor lainnya belum dapat diidentifikasi.
Sesampainya di depan Makam Tionghoa, salah satu motor pelaku menyalip korban.
Pelaku yang duduk di belakang kemudian merampas kunci kontak sepeda motor korban sebelum menyerangnya menggunakan senjata tajam jenis celurit.
“Serangan pertama mengenai helm korban. Korban langsung menepi dan menghentikan kendaraannya. Pelaku kemudian kembali menyerang hingga mengenai kaca helm korban dan menyebabkan helm pecah,” katanya.
Merasa terancam, korban memilih menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan sepeda motornya.
Saat itu tidak ada pengguna jalan yang melintas sehingga para pelaku dengan leluasa membawa kabur motor korban ke arah selatan.
“Korban kemudian berlari ke rumah warga terdekat untuk meminta pertolongan,” tambah Arief.
Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi mengatakan, pihaknya menerima laporan melalui layanan Call Center 112 dan langsung mendatangi lokasi kejadian bersama anggotanya.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati korban mengalami luka pada jari tangan kiri. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Wonoasih untuk mendapatkan perawatan medis.
“Kami masih mendalami penyebab luka di tangan korban, apakah akibat menangkis serangan pelaku, terkena pecahan kaca helm, atau sebab lainnya,” ujar Lukman, dalam keterangan tertulis Jumat (20/7/2026).
Usai melakukan penanganan terhadap korban, petugas langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna mengungkap identitas para pelaku.
Selain kehilangan sepeda motor senilai sekitar Rp16 juta, korban juga kehilangan 40 lembar tempe dengan nilai sekitar Rp450 ribu. Sebuah telepon genggam milik korban turut hilang dalam peristiwa tersebut.
“Handphone korban saat kejadian diletakkan di bagian telinga di dalam helm dan diduga terjatuh. Sudah kami lakukan pencarian di sekitar lokasi, namun belum ditemukan,” pungkas Lukman.
Kasus pembegalan tersebut kini masih dalam penyelidikan Polsek Wonoasih. Polisi juga terus memburu para pelaku yang melarikan diri usai menjalankan aksinya.