Iklan
Nasional

Menko Muhaimin Apresiasi Pemberdayaan UMKM Perempuan Gresik

Oleh Pamela 22 dibaca
Add on Google 💬

GRESIK — Potensi ekonomi masyarakat pesisir di Pulau Mengare, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus didorong agar tidak berhenti pada pemanfaatan hasil laut sebagai komoditas mentah.

Penguatan usaha ultra mikro menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Upaya tersebut terlihat di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Gresik. Sejumlah perempuan mengembangkan usaha dari rumah dengan memanfaatkan potensi lokal, mulai dari hasil perikanan hingga produk olahan laut.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, saat mengunjungi Desa Watuagung di kawasan Pulau Mengare.

Dalam kunjungan itu, Menko Muhaimin melihat langsung aktivitas masyarakat sekaligus pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro yang mendapat dukungan pembiayaan dan pendampingan dari Permodalan Nasional Madani (PNM).

Kawasan Pulau Mengare selama ini dikenal memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.

Masyarakat menggantungkan kehidupan dari sektor perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, hingga usaha pengolahan berbagai produk berbasis sumber daya lokal.

Berdasarkan data BPS 2025, Desa Watuagung memiliki sekitar 3.000 penduduk. Sebanyak 1.492 di antaranya merupakan perempuan. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen tercatat sebagai nasabah PNM Mekaar.

Besarnya jumlah perempuan yang terlibat dalam pembiayaan ultra mikro tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi yang masih dapat dikembangkan melalui penguatan kapasitas usaha.

Bagi PNM, akses pembiayaan menjadi salah satu pintu awal untuk mendorong masyarakat mengembangkan usaha. Namun, dukungan tersebut dilengkapi dengan pendampingan agar nasabah mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menghasilkan produk dengan nilai tambah.

Salah satu contoh datang dari Lisminah, perempuan yang menjalankan usaha pembuatan terasi secara turun-temurun.

Melalui dukungan PNM Mekaar, usaha Lisminah berkembang tidak hanya dari sisi modal dan kapasitas produksi, tetapi juga kualitas produk serta pemasaran.

Usaha yang sebelumnya dijalankan sebagai bagian dari aktivitas ekonomi keluarga itu kemudian berkembang menjadi sumber penghasilan utama. Bahkan, perkembangan usaha turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari bertambahnya plafon pembiayaan yang diterima nasabah.

Peningkatan produksi, perluasan pasar, peningkatan kualitas, legalitas usaha, pembangunan merek, hingga kemampuan menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar menjadi indikator lain dari proses naik kelas pelaku usaha ultra mikro.

Untuk memperkuat proses tersebut, PNM mendorong pemberdayaan berbasis klasterisasi usaha.

Di kawasan Mengare, potensi hasil laut diarahkan untuk tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari peningkatan proses produksi, sertifikasi halal, legalitas usaha, branding, hingga pengemasan produk.

Dengan pendekatan tersebut, produk lokal diharapkan mampu memiliki daya saing lebih kuat dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Menko Muhaimin menilai pola pembiayaan yang disertai pendampingan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan tidak cukup hanya dengan membuka akses modal. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan pendampingan agar usaha yang dijalankan semakin produktif dan mampu menghasilkan nilai ekonomi lebih besar.

“Sangat efektif untuk membantu ekonomi keluarga dan saya mendapat kabar yang menggembirakan, AO-nya pun tulang punggung keluarga di sini yang juga sangat aktif,” ujar Menko Muhaimin, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi semakin penting diterapkan di wilayah pesisir seperti Mengare.

Sebab, berbagai sumber daya ekonomi sebenarnya telah tersedia di lingkungan masyarakat.

Tantangannya adalah mengolah potensi tersebut menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh keluarga maupun masyarakat sekitar.

Pemberdayaan yang dilakukan PNM juga diarahkan tidak hanya pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi turut menyentuh aspek pendidikan generasi berikutnya.

Melalui program Ruang Pintar, PNM menyediakan ruang belajar dan pengembangan kapasitas bagi keluarga serta anak-anak nasabah PNM Mekaar, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan.

Anak-anak mendapatkan pendampingan belajar secara gratis dengan dukungan fasilitas yang memadai.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar sekaligus membantu mereka mengembangkan potensi.

Kehadiran Ruang Pintar memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat memiliki dampak jangka panjang.

Ketika seorang ibu diperkuat melalui pengembangan usaha, manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui peningkatan pendapatan keluarga.

Anak-anak juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan akses pembelajaran yang lebih baik sehingga memiliki fondasi untuk berkembang pada masa mendatang.

Dengan demikian, ekosistem pemberdayaan dibangun melalui beberapa pendekatan yang saling melengkapi.

Pembiayaan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memulai maupun mengembangkan usaha, sementara pendampingan membantu meningkatkan kapasitas dan kualitas bisnis.

Klasterisasi usaha kemudian membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Di sisi lain, Ruang Pintar memperluas manfaat pemberdayaan hingga sektor pendidikan anak-anak nasabah.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah pembiayaan yang telah disalurkan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah perubahan nyata yang terjadi dalam kehidupan nasabah dan keluarganya.

“Perubahan itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang menguat, lapangan kerja yang terbuka, dan anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik,” jelas Kindaris.

Penguatan usaha ultra mikro di Pulau Mengare menjadi gambaran bahwa potensi ekonomi desa dapat dikembangkan ketika masyarakat memperoleh akses pembiayaan sekaligus pendampingan yang tepat.

Usaha sederhana yang dimulai dari rumah dapat berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong produk lokal memiliki nilai tambah dan pasar yang lebih luas.

Program tersebut diusung melalui tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM sebagai kelanjutan dari inisiatif serupa tahun sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas dampak pemberdayaan sekaligus membina nasabah unggulan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Penulis

Pamela

Redaksi LiputanJatim menyajikan berita, informasi, dan analisis seputar Jawa Timur, nasional, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, dan peristiwa terkini.

Lihat artikel penulis

Tinggalkan Komentar