Dalam Pengaruh Alkohol, Honda Brio Terjun dari Flyover Gubeng Surabaya
Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Flyover Gubeng, Surabaya, pada Selasa (9/6/2026) dini hari. Sebuah mobil Honda Brio yang melintas di atas flyover tersebut terjun ke area taman di bawah jembatan setelah diduga kehilangan kendali. Dua orang yang berada di dalam kendaraan, seorang pria dan perempuan, berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa itu dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya sekitar pukul 01.28 WIB. Tidak lama kemudian, Tim Rescue tiba di lokasi pada pukul 01.32 WIB untuk melakukan penanganan dan proses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan.
Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, kendaraan tersebut semula melaju dari arah barat menuju timur di atas Flyover Gubeng dengan kecepatan tinggi. Namun sesaat kemudian mobil diduga hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan.
“Mobil berpenumpang dua orang, pria dan wanita, diduga dalam pengaruh alkohol. Kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat ke timur tepat di atas Flyover Gubeng, kemudian hilang kendali dan menabrak pembatas jalan hingga rusak. Mobil lalu terjun ke bawah area taman di bawah jembatan,” kata petugas DPKP Surabaya, Selasa (9/6/2026).
Pengemudi kendaraan diketahui bernama Jonathan S (36), warga Jalan Kalijudan Indah N, Surabaya. Saat petugas berhasil mengevakuasinya dari dalam kendaraan, kondisi korban sadar meski masih mengalami syok akibat kejadian tersebut.
Selain pengemudi, terdapat seorang penumpang perempuan yang tidak membawa identitas. Keduanya kemudian dibawa menuju RS Bhayangkara dengan pengawalan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
“Korban pria dan perempuan dibawa ke RS Bhayangkara dengan pengawalan polisi. Untuk korban pria kondisinya marah-marah karena diduga masih dalam pengaruh alkohol,” ujar petugas.
Sementara itu, proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama hingga pukul 02.42 WIB. Mobil Honda Brio yang mengalami kerusakan parah berhasil dievakuasi dari lokasi dan selanjutnya menunggu proses penderekan oleh Dinas Perhubungan.
“Selanjutnya mobil menunggu derek Dishub karena akan dibawa ke Unit Lakalantas Satelit untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.
