Banjir Rob Sidoarjo Diprediksi Berlangsung hingga 19 Juni, Warga Diminta Waspada
Liputanjatim.com SIDOARJO – Banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diperkirakan masih akan terjadi hingga 19 Juni 2026. Warga di sejumlah desa pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya genangan air laut.
Genangan akibat pasang air laut mulai terjadi sejak Senin (15/6/2026) dan mencapai puncaknya pada Selasa (16/6/2026).
Sedikitnya lima desa terdampak, yakni Desa Kalanganyar, Gisik Cemandi, Banjar Kemuning, Segoro Tambak, dan Tambak Cemandi.
Desa Kalanganyar menjadi wilayah dengan dampak terluas. Air laut tidak hanya menggenangi permukiman dan akses jalan warga, tetapi juga merendam kawasan tambak yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.
Secara keseluruhan, lebih dari 2.000 hektare wilayah terdampak banjir rob. Dari luasan tersebut, sekitar 500 hektare tambak mengalami kerusakan cukup parah akibat jebolnya tanggul dan galengan yang diterjang air laut.
Kerusakan tersebut menyebabkan para petambak harus menanggung kerugian ganda, yakni hilangnya hasil budidaya serta biaya tambahan untuk memperbaiki infrastruktur tambak yang rusak.
Warga setempat menyebut banjir rob di pesisir Sedati merupakan peristiwa yang terjadi berulang setiap tahun. Bahkan, dampaknya kini semakin dirasakan seiring abrasi yang terus mengikis garis pantai dan merusak tanggul penahan air laut.
“Sejak hari Senin. Setahun itu kira-kira empat kali banjir rob,” ujar salah seorang warga pesisir, Mulyawati.
Akibat genangan yang terjadi, sejumlah lokasi yang biasanya dapat diakses melalui jalur darat kini hanya bisa dijangkau menggunakan perahu.
Batas antara daratan dan area tambak pun semakin sulit dikenali karena banyak tanggul yang hilang akibat abrasi.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir rob yang terus berulang.
Selain dipicu pasang air laut, kerusakan kawasan pesisir dinilai turut memperparah genangan yang terjadi setiap tahun.
Masyarakat berharap upaya perlindungan garis pantai dan perbaikan tanggul dapat segera dilakukan guna mencegah kerugian yang lebih besar bagi warga pesisir dan para petambak di Kecamatan Sedati.