Liputanjatim.com – Puluhan warga di Desa Sana Dajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, mengungsi imbas adanya pergerakan tanah. Bencana itu terjadi di Dusun Paseset Timur dan Barat Gunung, pada Sabtu, (17/1/2026).
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Qomaruddin mengatakan retakan tanah semakin melebar dan meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan berhasil mengevakuasi 47 warga terdampak ke tenda pengungsian di tanah lapang sejak Senin (19/1/2026).
“Masyarakat yang rumahnya rusak akibat kejadian itu sudah di evakuasi ke tempat pengungsian. Bahkan, untuk sekadar mengambil barang-barang, kami tidak mengizinkan karena membahayakan mereka,” ucapnya melansir RRI, Selasa (20/1/2026).
Ia menyebut berdasarkan laporan terbaru, retakan tanah itu menyebabkan 10 rumah, 3 musala, 12 dapur rusak berat, serta 1 rumah dan 1 musala terancam.
Berbagai bantuan mulai disalurkan oleh pemerintah desa, pemerintah kabupaten, hingga pengusaha. Bantuan tersebut meliputi paket bahan pokok, uang tunai, peralatan mandi, dan alas tidur.
Menurut Qomaruddin, fenomena pergerakan tanah di wilayah tersebut kerap terjadi pada musim hujan. Sehingga ke depan perlu ada perhatian khusus dari pemerintah untuk merelokasi warga terdampak.
“Di wilayah terdampak ini bukan sekali dua kali terjadi pergerakan tanah, bahkan dulu sudah ada beberapa kepala keluarga yang direlokasi,” katanya, menambahkan.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan, selain menyalurkan bantuan dan mengevakuasi warga terdampak ke tenda pengungsian.
Pihaknya juga melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk penanganan selanjutnya.
“Kami melakukan kajian secara komprehensif tentang kondisi tekstur tanah dan sebagiannya, sehingga nanti ada penanganan yang tepat,” pungkasnya.
