Liputanjatim.com – Surabaya — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur menggelar acara Halal Bihalal bersama seluruh pengurus DPW dan DPC se-Jawa Timur pada Minggu (26/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan mengusung tema “Hijaukan Jawa Timur”. Hal itu tidak hanya bermakna simbolis secara lingkungan, tetapi juga sebagai semangat menyuburkan potensi daerah.
Acara tersebut semakin semarak dengan penampilan sejumlah artis daerah yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Mereka hadir sebagai representasi kekayaan seni dan budaya lokal yang di nilai layak mendapatkan perhatian lebih luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Beberapa artis yang tampil di antaranya adalah Fida dari Banyuwangi, Gita dari Lumajang, serta Hida Ahmad dari Madura.
Profil Artis Daerah yang Tampil
Fida AP, dengan nama lengkap Hafida Dwi S. adalah penyanyi dangdut koplo berbakat asal Singorujuh, Banyuwangi, yang populer melalui TikTok dan YouTube.
Di bawah naungan PT Media Musik Proaktif, ia sering berkolaborasi dengan James AP dan dikenal dengan suara khas serta gaya berhijab yang stylish.
Baca juga: PKB Kritik Usulan KPK: Batas Ketum Parpol Tak Berdasar
Gita adalah salah satu kontestan berbakat asal Lumajang dalam ajang pencarian bakat dangdut Kontes Swara Bintang 2024 yang tayang di MNCTV.
Ia berhasil menembus babak 5 besar dan di kenal karena penampilannya yang memukau. Termasuk duet romantis dengan Farisky KSB serta duet memukau bersama legenda dangdut Mansyur S.
Sementara itu, Hida Ahmad (Wahidatul Mukarromah) adalah penyanyi populer Indonesia paling di kenal karena video cover lagu-lagu Madura dan Arab yang viral di media sosial.
Dia sering berkolaborasi dengan artis regional lainnya. Ia di kenal luas di platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram karena gaya vokalnya yang khas dan estetika tradisional Indonesia.
Angkat Potensi Daerah
DPW PKB Jawa Timur sengaja menghadirkan ketiga artis tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong potensi daerah agar semakin dikenal luas.
Melalui panggung politik yang dikemas secara kultural. PKB ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya lokal memiliki nilai strategis dalam pembangunan daerah.
“Ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk komitmen kami untuk mengangkat potensi daerah agar naik kelas. Seniman lokal harus mendapat ruang dan spotlight yang lebih besar,” kata Mukltazmudz Dzikri, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur.
Dengan menghadirkan talenta dari berbagai daerah, PKB Jatim berharap dapat memperkuat identitas kultural Jawa Timur. Sekaligus membuka peluang bagi para seniman lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.
Acara Halal Bihalal ini pun menjadi ajang silaturahmi sekaligus panggung kolaborasi antara dunia politik dan kebudayaan. Sehingga harapannya mampu membawa dampak positif bagi pengembangan potensi daerah di Jawa Timur.
