Ads

Pesan Cucu Pendiri NU di Momentum Satu Abad Organisasi

Liputanjatim.com – Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri, Abdussalam Shohib, menyampaikan kritik dan refleksi pada momentum peringatan Harlah ke-100 NU.

Ia menilai, satu abad perjalanan NU semestinya menjadi titik tolak untuk melakukan pembenahan serius di internal organisasi.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Salam ini, PBNU sudah saatnya melakukan reformasi struktural dalam tubuh organisasi. Penguatan institusi, khususnya kelembagaan syuriah, dinilai penting agar peran ulama tetap menjadi pengendali arah dan gerak jam’iyah.

“NU harus melakukan reformasi struktural dengan melakukan penguatan institusi dan kelembagaan syuriah untuk memastikan ulama sebagai pengendali organisasi,” kata Gus Salam saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, tersebut menambahkan, selain reformasi struktural, NU juga membutuhkan transformasi manajerial yang serius. Prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme harus menjadi pijakan utama agar organisasi berjalan sesuai dengan harapan jamiyah.

“Transformasi manajerial dengan mengedepankan asas transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Sehingga kerja organisasi menjadi lebih terukur, sistematis, dan bisa diakses oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam momentum satu abad Gus Salam juga mengingatkan pentingnya menjaga ruh organisasi NU. Ia menegaskan, seluruh pengurus di semua tingkatan harus memahami dan merawat nilai-nilai dasar NU agar tetap berada di jalur yang telah digariskan para pendiri.

“Pengurus NU di tingkatan manapun harus memahami dan menjaga ruh pesantren, ruh perjuangan, ruh pengabdian agar NU tidak keluar dari rel yang telah digariskan oleh para muassis,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ikuti Kami

10,750FansSuka
26,000PengikutMengikuti
1,079PengikutMengikuti
1,825PengikutMengikuti
16,600PelangganBerlangganan

Artikel Terbaru