Liputanjatim.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Kediri menggelar Sekolah Kader Perubahan (SKP) secara serentak di seluruh daerah pemilihan (dapil). Program ini menjadi langkah strategis partai dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah Kader Perubahan menyasar kalangan pemuda berusia 17 hingga 35 tahun. Melalui program tersebut, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri berupaya memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan politik, serta menanamkan pemahaman ideologi kepartaian sejak usia muda.
Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri melaksanakan Sekolah Kader Perubahan secara mandiri di dapil masing-masing dengan pola dan kurikulum yang sama sesuai instruksi partai. Salah satu kegiatan SKP dilaksanakan oleh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri, Drs. H. Masykur Lukman, SH, MSi, MPd.I, yang digelar di Aula Al-Mustamar Pondok Pesantren Trisula Al-Mustamar, Jalan Kelapa 2 Jombangan, Desa Tertek, Kecamatan Pare, pada Selasa (20/1/2026).
Puluhan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pemuda di wilayah dapil setempat. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengenakan kemeja putih dengan bawahan hitam dan menyimak materi yang disampaikan oleh instruktur yang ditugaskan langsung dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur.
Materi Sekolah Kader Perubahan meliputi pengenalan dasar-dasar politik, urgensi keterlibatan anak muda dalam politik, nilai-nilai perjuangan PKB, serta pola kepemimpinan Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar. Materi tersebut disusun untuk membangun kesadaran kritis sekaligus menanamkan semangat kepemimpinan kepada para peserta.
Selain di dapil tempat Drs. H. Masykur Lukman menggelar kegiatan, Sekolah Kader Perubahan juga dilaksanakan di dapil lainnya. Di dapil II, kegiatan digelar oleh Drs. H. Sentot Djamaludin dan Virgin Sabrina El-Islami, SPd, MM. Di dapil I, kegiatan serupa dilaksanakan oleh Assabiq, SH. Sementara di dapil III digelar oleh Hj. Ria Purbiati DW dan Ahmad Ahla, SH, MH. Untuk dapil IV dilaksanakan oleh Hj. Bunyanah, dapil V oleh H. Heri Gunawan, S.Pt, dan dapil VI oleh Abdul Hasyim Mangkubumi.
Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri, Drs. H. Sentot Djamaludin, mengatakan Sekolah Kader Perubahan secara khusus diperuntukkan bagi generasi muda sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Sekolah Kader Perubahan ini memang diperuntukkan bagi pemuda usia 17 sampai 35 tahun. Tujuannya untuk menyiapkan kader-kader muda yang siap berkontribusi di masa depan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Mas Sentot ini menjelaskan, pelaksanaan Sekolah Kader Perubahan dilakukan secara serentak berdasarkan instruksi partai kepada seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri.
“Setiap anggota fraksi ditugaskan untuk melaksanakan Sekolah Kader Perubahan di dapil masing-masing, dengan materi dan pola pelaksanaan yang sama,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri tersebut.
Mas Sentot menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan kali ini merupakan angkatan pertama. Ke depan, Sekolah Kader Perubahan akan terus berlanjut dengan angkatan-angkatan berikutnya.
“Ini angkatan pertama. Tentu ke depan akan ada angkatan selanjutnya, dengan ketentuan usia maksimal 35 tahun,” tambahnya.
Menurut Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri yang juga dikenal sebagai penghobi balap kuda tersebut, Sekolah Kader Perubahan akan menjadi program berkelanjutan sebagai upaya mencetak kader muda yang aktif, progresif, dan siap berkhidmat bagi masyarakat.
“Kami menyiapkan kader muda sejak dini. Sesuai arahan partai, kami tidak boleh diam dan harus terus bergerak, seolah-olah Pemilu dilaksanakan besok. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses berjuang dan berkhidmat melalui PKB,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri, Assabiq, SH, menyebut Sekolah Kader Perubahan menjadi wadah awal bagi pemuda Kabupaten Kediri untuk memahami dunia politik secara sehat dan konstruktif.
“Sekolah Kader Perubahan ini merupakan yang pertama bagi para pemuda. Setiap anggota fraksi memang ditugaskan untuk menggelar kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya.
